Peningkatan Jalan Ladang Panah Diusulkan Dalam Otsus 2022

Peningkatan Jalan Ladang Panah Diusulkan Dalam Otsus 2022
Foto: analisisnews.com/agus RUSAK PARAH: Kondisi jalan Desa Ladang Panah Kecamatan Manggeng, Abdya rusak parah. Terkait kondisi itu peningkatan badan jalan tersebut telah diusulkan dalam anggaran Otsus 2022 mendatang, Rabu (24/3/2021).

BLANGPIDIE-Upaya peningkatan jalan Desa Ladang Panah Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) direncanakan tahun 2022 mendatang. Hal tersebut disampaikan Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Muhibuddin ST kepada wartawan Rabu (24/3/2021).

Dikatakan, sejauh ini kondisi jalan Desa Ladang Panah yang juga bisa menghubungkan ke kawasan Lhok Puntoy dan tembus ke Desa Pusu Ingin Jaya memang sangat memperihatinkan. Akan hal itu, pihaknya kerap mengusulkan program peningkatan jalan lintas desa satu-satunya di desa tersebut. Namun, selama ini belum bisa terealisasi lantaran masih banyak jalan lain yang lebih parah kondisinya dan perlu diprioritaskan agar proses pembangunan lebih merata di Abdya.

“Alhamdulillah usulan peningkatan jalan itu masuk dalam Otsus tahun 2022 mendatang dengan panjang sekitar 1.500 meter dan kisaran anggaran yang mencapai Rp.3,5 miliar. Karenanya dukungan dari masyarakat sangat kami butuhkan agar program tersebut terlaksana dengan baik, ” ujarnya.

Disebutkan, hampir setiap kecamatan terdapat beberapa titik jalan yang rusak. Dalam tahun ini dipioritaskan dulu mana yang lebih mendesak dan tahun berikutnya baru ke jalan lainnya lagi. Intinya semua jalan rusak di Abdya masuk dalam daftar usulan perbaikan, disamping itu pihaknya juga melihat ketersediaan anggaran di daerah.

“Jika ada satu atau dua jalan yang masih belum tersentuh proses peningkatan, kondisi itu tetap dalam pengawasan kami dan tetap mengusulkannya ditingkat kabupaten maupun ke provinsi. Kami tetap upayakan yang terbaik,” pungkasnya.

Secara terpisah Keuchik Desa Ladang Panah, Anisar mengatakan, sebagian besar lintasan jalan itu susah untuk dilalui pengendara maupun pejalan kaki, lantaran dipenuhi dengan bebatuan serta lubang menganga bekas aspal goreng yang pernah melapisi badan jalan sekitar tahun 2009 lalu. Pasca badan jalan ini rusak, telah banyak warga yang mengeluh terkait kondisi jalan itu dan pihaknya selalu memasukan usulan pembangunan jalan tersebut dalam Msurenbang dengan harapan dapat terealisasi. Sebab, jalan itu tidak hanya dilalui oleh warga Desa Ladang Panah, Lhok Puntoy maupun Desa Pusu Ingin Jaya saja, namun warga dari sejumlah desa lain juga kerap melintasi jalan itu sebagai akses menuju ke kawasan perkebunan maupun areal persawahan.

“Jalan ini akses satu-satunya menuju Desa Ladang Panah dan saban hari dilalui oleh para petani, siswa bahkan para agen yang datang ingin membeli hasil kebun juga melintasi jalan tersebut. Kami berharap jalan itu segera diaspal kembali, mengingat banyaknya warga yang menjadikannya sebagai jalur alternatif untuk menuju ke desa lainnya dan pusat kecamatan,” harapnya.(ag)