Peserta Pelatihan KHA di Banda Aceh Harapkan Ada Qanun dan Payung Hukum

Peserta Pelatihan KHA di Banda Aceh Harapkan Ada Qanun dan Payung Hukum
Analisisnews.com/Junaidi. Mahdi SPd menjadi salah satu peserta dari Kabupaten Aceh Tengah. Rabu (31/03/2021).

BANDA ACEH – Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa dua hari ini sejak Selasa dan Rabu, 30-31 Maret 2021 ini sebanyak 42 orang dari Aceh Tengah dan Bener Meriah mengikuti kegiatan pelatihan Konveksi Hak Anak (KHA).

Banyak hal yang didiskusikan dalam kegiatan ini terkait Konvensi Hak Anak (KHA) dan kemudian dengan tujuan untuk menjadi Kota Layak Anak (KLA). Kendati demikian dari pertemuan tersebut salah seorang peserta Mahdi SPd mewakili peserta dari Aceh Tengah mengharapkan adanya tindak lanjut dari kegiatan KHA yang berlangsung di hotel Grand Nanggroe itu.

Menurutnya, jika diskusi dan kegiatan tanpa tindakan untuk membangun Kota Layak Anak tidak mungkin tanpa dibarengi dengan pembentukan qanun dan payung hukumnya.

“Gubernur melalui timnya, harus memiliki suatu produk hukum yang disebut Qanun Aceh yang nantinya bisa diteruskan ke walikota ataupun bupati di 23 Kabupaten Kota dan nantinya akan diteruskan kepada Camat masing-masing,” ucap Mahdi disela Coffee break kepada analisisnews.com.

 Sehingga, lanjut Mahdi, para LSM atau pemerhati yang namanya anak usia dini dapat disosialisasikan melalui Qanun yang dibuat oleh Gubernur. Peserta berharap kepada pemerintah Aceh maupun instansi terkait bisa menangani persoalan layak anak jangka panjang.

“Karena sehatnya generasi usia dini saat ini tentu adanya efek khususnya di tahun kedepan. Jadi kalau generasi saat ini gagal, maka tentu kegagalan ada pada kita saat ini dan juga kegagalan seorang gubernur dan juga tentu kegagalan kepada bupati,” tegasnya.

Mereka sebagai peserta yang telah dilibatkan dalam kegiatan itu juga mengharapkan banyak kepada pimpinan-pimpinan yang saat ini bisa mengambil kebijakan yang resmi dan tidak bertentangan dengan yang mereka kerjakan.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Aceh Tengah Helmia kepada media ini juga mendukung penuh apa yang disampaikan oleh Mahdi SPd. 

“Kegiatan  dapat menghasilkan satu pemikiran penting dalam membentuk KLA di Aceh Tengah dan Bener Meriah,” ujarnya

Disampaikan juga, dengan adanya kegiatan tersebut dapat menghasilkan capaian seperti pergub terkait KLA itu.

Sementara itu lain halnya dengan Reje Kampung Blang Kolak I, Asri Kandi S.Pd merasa bersyukur atas terpanggilnya menjadi peserta dalam pelatihan KHA ini. Menurutnya hal ini sebagai penambah wawasan, sekaligus menjadi agenda penting untuk pengembangan ke depan.

“Saya sebagai Reje Blang Kolak satu  telah berbuat untuk mewujudkan hal ini. Artinya berawal dari kampung layak anak, kemudian kecamatan layak anak, Kabupaten layak anak hingga provinsi layak anak,” tandas Reje.

Disampaikan pula bahwa setahun yang lalu pihaknya telah mendeklarasikan terkait KLA ini kepada publik. (Junaidi Delung).