Strategi Komunikasi Merumuskan Kota Layak Anak

Strategi Komunikasi Merumuskan Kota Layak Anak
Analisisnews.com/Junaidi. Dr. Hendra Syahputra (baju putih) dalam memberikan materi terkait strategi komunikasi dalam membangun Kota Layak Anak (KLA) dalam kegiatan pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) yang berlangsung di hotel Grand Nanggroe, Selasa dan Rabu 30-31 Maret 2021.

BANDA ACEH – Kota Layak Anak (KLA) menjadi perbincangan sekaligus agenda khusus dua hari ini dalam kegiatan pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) yang berlangsung di hotel Grand Nanggroe, Selasa dan Rabu 30-31 Maret 2021.

Hari ini, Rabu (31/03/2021) menjadi hari terakhir sekaligus kegiatan penutup kegiatan pelatihan KHA tersebut dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, yang ditutup oleh Nevi Ariani SE.

Pemateri awal di hari kedua tersebut diisi oleh Dr. Hendra Syahputra dengan menyampaikan strategi komunikasi untuk membangun kota layak anak yang direncanakan di kedua Kabupaten tersebut, Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Dalam kesempatan tersebut, mengutip sebagian materinya bahwa dalam membangun Kota Layak Anak (KLA) ini perlu membangun strategi komunikasi. Misalnya seperti memahami apa yang mesti dihadirkan dalam suatu daerah itu, dibangun komunikasi dalam menjadikan suatu daerah Kota Layak Anak.

“Kita harus merencanakan Kota Layak Anak, bagaimana mewujudkannya, apa yang akan kita lakukan, siapa yang kita berdayakan,” kata Hendra mengajak peserta untuk mencari tahu apa-apa saja yang mesti dibutuhkan dalam memenuhi syarat KLA.

Hendra Syahputra menambahkan, membangun KLA dengan kurangnya strategi yang dimiliki menurutnya tidak mungkin akan bisa terlaksana dalam waktu yang dekat. Disampaikan bahwa untuk mewujudkan itu diperlukan memahami hal-hal apa yang harus dibutuhkan. 

Dalam pemaparan materi yang disampaikan, tampak membuat peserta terbantu dalam membangun komunikasi khususnya strategi komunikasi yang dibangun dalam membangun KLA. (Junaidi Delung)