GAMA Didklarasi jadi Wadah Pencinta Otomotif Mobil Aceh

BANDA ACEH – Gabungan Anak Mobil Aceh (GAMA) dideklarasikan menjadi wadah pecinta otomotif mobil Aceh. GAMA yang terbentuk pada Sabtu (3/4/2021) itu mengharapkan pembinaan, bimbingan dan perhatian dari berbagai kalangan khususnya dari Pemerintah Aceh.

Terbentuknya GAMA juga dipandang penting, apalagi ditengah pandemi banyak isu sosial yang perlu diperhatikan. Wabah virus Corona (Covid-19) juga masuk dalam pembahasan dalam kegiatan kopi darat gabungan puluhan komunitas mobil di Aceh.

Virus corona yang mewabah sejak akhir Desember 2019 dan sudah merenggut lebih dari 2000 jiwa itu, mendapat sorotan dari berbagai pihak termasuk komunitas pecinta otomotif di Aceh.

Salah seorang ketua club dari Gabungan Anak Mobil Aceh (GAMA) Ayie mengatakan,  bahwa untuk menindaklanjuti acara kopi darat yang diadakan pada 20 Maret 2020 di Hello kupi Stadion Harapan Bangsa Provinsi Aceh bahwa pentingnya suatu wadah untuk penggemar otomotif mobi Aceh yang merupakan salah satu tempat untuk perkumpulan ratusan komunitas dan club otomotif Mobil di Aceh.  “Pada Kopdar Gabungan pada hari itu dihadiri sedikitnya puluhan komunitas,” katanya di Banda Aceh, Selasa (6/4/2021).

Komunitas yang hadir diantaranya Exclusive Auto Club Aceh, Glorious, Freedom Solidarity, FD SQuad Aceh, VIP_Aceh, Humble, ILC Aceh, GCCAceh-Indonesia, Ferio Atjeh, HJP Aceh, TVCI Aceh, JLC Aceh, Hastalavista Indonesia, Xrules Autoclub Aceh, OBV Aceh, fortitude auto club, GM.ID, xenza Aceh.

“Sedangkan jumlah mobil yang tergabung dalam kopi darat gabungan tersebut lebih kurang 250-300 unit. Acara ini juga ajang silaturahim antar sesama member komunitas dan club otomotif Mobil se-Aceh,” ucapnya.

Meskipun demikian, ada beberapa club yang coba mencari peruntungan mengikuti kontes mobil di luar Aceh di acara ‘PROPER CAR AUTO BATTLE’ yang berlangsung di kota Medan beberapa waktu lalu.  “Mereka termasuk salah satu komunitas dari wadah GAMA beberapa club ini yang mengikuti event tersebut yakni Freedom solidarity  & hastalavista mereka mendapatkan beberapa penghargaan dengan mengharumkan nama Aceh,” kata Ayie.

Dengan terbentuknya GAMA yang diwakili oleh semua ketua club mobil yang terlibat, meminta pembinaan, bimbingan dan perhatian khusus untuk seluruh pencinta Otomotif Aceh sangat dipandang perlu dari Pemerintah Aceh maupun Penegak Hukum dengan melihat tempat perkumpulan komunitas belum tersedia.

“Hal ini menjadi acuan positif untuk kedepannya supaya anak-anak komunitas mobil di Aceh dapat diadakan tempat untuk berkumpul dan bisa mengembangkan hobby mereka,” ujarnya. (rel/bar)