Masa Pandemi, Pemkab Abdya Tiadakan Pasar Daging Meugang

Masa Pandemi, Pemkab Abdya Tiadakan Pasar Daging Meugang
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH

BLANGPIDIE-Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya) kembali meniadakan pelaksanaan tradisi meugang (hari punggahan) menyambut bulan suci Ramadan 1442 hijriah. Peniadaan tradisi meugang tersebut untuk menghindari kerumunan dan upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19 di kabupaten setempat. Hal tersebut berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Bupati Abdya Akmal Ibrahim Nomor 450/452/2021, tanggal 5 April 2021 tentang pelaksanaan Meugang tahun 1442 H/2021 Masehi.

Informasi yang diterima wartawan, Selasa (6/4/2021), himbauan yang tertuang dalam Surat Edaran Bupati Abdya itu sama halnya seperti tradisi meugang tahun sebelumnya. Bupati Abdya Akmal Ibrahim juga mengeluarkan himbauan untuk tidak melaksanakan tradisi meugang atau penyembelihan hewan ternak yang sering dilaksanakan di bantaran Sungai Krueng Beukah, Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie dan di lapangan bola Desa Seunulop, Kecamatan Manggeng, yang diprediksi jatuh pada hari Minggu tanggal 11 April 2021 nanti.

Bupati Akmal menyarankan, bagi masyarakat atau pedagang yang melakukan kegiatan pemotongan dan penjualan daging meugang dapat dilaksanakan di lingkungan desa masing-masing dan dianjurkan di tempat yang aman, bersih dan tidak menganggu arus lalu lintas serta tidak bergabung antara satu pedagang dengan pedagang yang lainnya agar tidak terjadi kerumunan.

Bagi pemilik ternak agar memastikan hewan yang akan dipotong sehat dan bebas dari penyakit menular yang dibuktikan dengan surat KIR Kesehatan ternak yang dikeluarkan oleh dinas terkait. Dalam himbauan tersebut Bupati Akmal juga melarang daging segar atau daging beku yang diimpor dari wilayah lain selain ternak yang dipotong dalam wilayah Abdya. Masyarakat juga dihimbau untuk selektif memperhatikan kualitas daging atau menanyakan surat kesehatan ternak yang dijual.

“Para camat diharapkan juga untuk bekerja sama dengan instansi terkait agar melakukan pemantauan bagi masyarakat yang melaksanakan pemotongan ternak nantinya,” ujar Bupati Akmal.(ag)