Hardiknas, Pemkab Bener Meriah Dituntut Perhatikan Kesejahteraan Guru Honorer dan Pendidikan

Hardiknas, Pemkab Bener Meriah Dituntut Perhatikan Kesejahteraan Guru Honorer dan Pendidikan
Analisisnews.com/Junaidi. Yudi Gayo, mahasiswa asal Bener Meriah.

REDELONG – Semua orang berhak mendapatkan Pendidikan yang layak, tidak ada perbedaan kasta, baik itu kaum elit dengan rakyat miskin kota, juga semua guru pendidik juga berhak mendapatkan fasilitas yang sebanding dengan apa yang dilakukannya, semua telah diatur dalam Undang-undang Dasar. 

Hal ini disampaikan Yudi Gayo kepada media ini Senin (3/4/2021) di hari Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Melalui media ini dia menyampaikan, bahwasanya Pemerintah Bener Meriah berkewajiban dan bertanggung jawab atas hak untuk mendapatkan pendidikan bagi semua pihak.

Bacaan Lainnya

“Hal itu jelas tertuang dalam UUD 1945 (pasca perubahan), Pasal 28 C ayat (1)  yang menyatakan, ‘setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan  kebutuhan dasarnya, berhak memperoleh pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia,” kata Yudi.

Dia juga mengaitkannya dengan Pasal 32 ayat (2) UUD 1945 (pasca perubahan) juga merumuskan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar, sedangkan pemerintah wajib membiayainya.

“Dan Pasal 31 ayat (3) dan (4) menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk mengusahakan penyelenggaraan pengajaran nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memprioritaskan anggaran sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD,” jelasnya.

Dilanjutkan, menurutnya hak atas pendidikan sebagai bagian dari hak asasi manusia di Indonesia, tidak sekedar hak moral melainkan juga menjadi hak konstitusional.

Dalam Memperingati Hari Pendidikan Nasional ini, kata Yudi, jangan hanya menjadi simbolis saja, melainkan apa yang telah telah menjadi kewajiban harus dijalankan, Sehingga kabupaten Bener Meriah ini bisa menciptakan penerus-penerus yang memiliki pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.

“Kedepannya Pemerintah Kabupaten Bener Meriah harus lebih Memperhatikan Pendidikan untuk kaum yang kurang mampu dalam ekonominya dan meningkatkan Kualitas Pendidik yang ada Di Bener Meriah,” tegas Yudi.

Selain itu, karena sering terjadi putusnya seorang pelajar yang menempuh dalam melanjutkan pendidikan diakibatkan oleh tidak adanya biaya ekonomi keluarga dalam membiayai pendidikan anaknya.

Selanjutnya Yudi juga menekankan kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bahwa untuk memperhatikan kualitas dan kesejahteraan Guru.

“Pendidik harus juga diperhatikan Dari segi Gaji dan fasilitasnya, karena sering terdengar keluh kesah yang disampaikan oleh para Guru pendidik yang masih berstatus Honor, dimana gaji mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan, ini justru berpengaruh dalam peningkatan kualitas Guru pendidik untuk menciptakan generasi kabupaten Bener Meriah yang berkualitas serta berdaya saing,” tegasnya lagi 

Dari akibat keluhan itu, lanjurnya, para guru pendidik yang berstatus honor tidak lagi bersemangat dan profesional dalam mendidik pelajar yang sebagai generasi muda kabupaten Bener Meriah ini nantinya.

“Siapa sih yang sanggup jika apa yang Dilakukan tidak sebanding dengan yang feedback untuk Para Guru Pendidik yang masih berstatus Honor ini,?” Demikian Yudi Gayo. (Rel/Jun)