Wakil Bupati Bener Meriah Ikuti Rakor Bersama Pemerintah Pusat
Analisisnews.com/Junaidi.Wakil Bupati Bener Meriah Dailami didampingi Dandim 0119/BM letkol Inf. Valyan Tatyunis, Kapolres AKBP Siswoyo Adi Wijaya, S.IK, Kajari yang diwakili oleh Kasi Pidum Dizki, SH, serta Kepala Kantor Kemenag yang diwakili oleh Hasbiallah, S.Ag, mengikuti Rapat Koordinasi tentang Penanganan Covid-19. Senin (3/4/2021).

REDELONG – Wakil Bupati Bener Meriah Dailami didampingi Dandim 0119/BM letkol Inf. Valyan Tatyunis, Kapolres AKBP Siswoyo Adi Wijaya, S.IK, Kajari yang diwakili oleh Kasi Pidum Dizki, SH, serta Kepala Kantor Kemenag yang diwakili oleh Hasbiallah, S.Ag, mengikuti Rapat Koordinasi tentang Penanganan Covid-19.

Rakor ini berlangsung bersama Mendagri, Wamenkes, Mehub, Menteri Agama, Kepala BNPB, Pengalima TNI, Kapolri, BIN, Jaksa Agung secara virtual di Median Centre Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Bener Meriah, Senin, (3/5/2021).

Rakor yang dipimpin oleh Mendagri Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian., M.A., Ph.D tersebut menyampaikan kepada seluruh Kepala Daerah, Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Indonesia untuk selalu mewaspadai tentang ledakan  kasus Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini. Dia juga mengaitkannya dengan kasus yang saat ini terjadi di India.

“Kalau kita abai dengan Protokol Kesehatan ini adalah awal dari Bencana penyebaran Covid-19 seperti yang ada di India,” ujarnya.

Sedangkan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Phd dalam pemaparannya menjelaskan tentang Perkembangan Covid-19, Mutasi Virus dan Genomic Surveilans serta Update Vaksinasi, Suplay dan Vaksin.

“Trend Perawatan RS Sebulan Terakhir, Trend Kematian Sebulan Terakhir, Trend Transmisi Komunitas/Provinsi. Di Inggris  B.1.1.7 masih mendominasi dan ada trend peningkatan jumlah skuens B. 1.617 dimana kasun ini mulai bertambah di bulan April 2021, di India B.1.617 ditemukan mendominasi total WGS dan diikuti oleh B.1.1.7 menurut data 1 Januari sampai 1 Mei 2021, sementara di Singapura juga ditemukan trend peningkatan jumlah skuen B.1.617 dalam periode yang sama dan Indonseia sampai saat ini terus aktif dalam melakukan Surveilans Genomic SARS-Cov-2,jelas Wamenkes, penambahan kasus B.1.1.7, B.1.351 dan B. 1.617 ini harus terus kita waspadai,” harapnya.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19  Letjen TNI Dr. (H.C.), Doni Monardo juga menjelaskan tentang update kondisi kasus aktif dan angka kesembuhan periode Pebruari – April 2021.

“Update situasi Nasional tentang aktif, kesembuhan dan kematian/minggu, Analisis kenaikan kasus aktif provinsi pelaksana PPKM  Mikro, dimana 11 provinsi mengalami kenaikan kasus aktif, dan 14 provinsi lainnya mengalami penurunan. Doni juga menerangkan tentang rekapitulasi WNA dan WNI Repatriasi asal India, dimana WNA/WNI yang melakukan perjalanan tanggal 21 dan 22 April 2021 dari India ke Indonesia berjumlah 163 orang,” paparnya.

Ditambahkan Doni, diperkirakan ada 5 Kluster Baru Covid-19 yatu, Mudik, shalat Tarawih Berjamaah, Buka Puasa Bersama, Takziah dan aktivitas perkantoran, dan ini diperlukan sinergitas semua pihak untuk mengedukasi masyarakat yaitu pemerintah, orang tua dan pemudik, jelasnya.

Lain halnya dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dia mennyampaikan bahwa mulai dari Kebijakan larangan mudik lebaran tahun 1442 H, alasan mengapa dilarang mudik, Survei Balitbang Kemenhub terhadap potensi pemudik sampai kepada Ketentuan perjalanan yang masih diperbolehkan yang diatur dalam adendum SE Satgas No. 13/2021 yang telah ditindak lanjuti oleh Kemenhub dengan menetapkan PM Perhubungan No. 13/2021 tentang Pengendalian Transportasi selama masa Idul Fitri 1442 H.

Terakhir Meteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan menyoal surat Edaran Menteri Agama yang intinya kegiatan ibadah Ramadhan di Masjid dan Mushalla seperti shalat tarawih, witir, tadarus dan lain sebagainya tidak boleh dilaksanakan di daerah yang termasuk kategori Zona Merah dan Oranye termasuk shalat Hari Raya Idul Fitri.

Sedangkan Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung dan BIN juga memparkan penjelasannya melalui perwakilannya masing-masing. (Rel/Jun)