Desa Jamur Atu dan Kem Bener Meriah Segera Hadir Internet

Desa Jamur Atu dan Kem Bener Meriah Segera Hadir Internet
Analisisnews.com/Junaidi. Pintu Gerbang desa Jamur Atu dipasangi spanduk bentuk protes masyarakat karena tidak memiliki jaringan.

REDELONG – Masyarakat Desa Jamur Atu dan wilayah sekitarnya di Kecamatan Syiah Utama dan Mesidah Kabupaten Bener Meriah akan segera miliki jaringan internet. 

Namun untuk Kecamatan Mesidah, pemerintah tengah mengupayakan tahun 2021 ini dan sedang tahap proses approve (persetujuan).

Terkait dengan desa Jamur Atu, sebelumnya pemuda masyarakat setempat pernah melakukan protes terhadap pemerintah bahwa desa mereka tidak memiliki jaringan sejak 1945 sampai 2021 dalam spanduk, dan masih terpampang rapi di depan Pintu masuk desa setempat.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Kominfo Kabupaten Bener Meriah Ilham Abadi S.STP.,MAP, melalui Kabid Teknologi Informasi Komunikasi dan Persandian, Wirdasari S.Si menjelaskan bahwa pemerintah Bener Meriah telah melakukan komunikasi dengan pihak Telkom dan baru terpenuhi akhir Maret 2021 kemarin.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak telkom, untuk sementara kita pasang kombet dulu,” kata Wirdasari kepada analisisnews.com, Senin (10/5/2021).

Sebenarnya pemerintah juga telah mengusulkan hal itu sejak tahun 2017 lalu, akan tetapi baru bisa direalisasikan pada tahun 2021 ini.

Disampaikan juga, untuk wilayah Jamur Atu Kecamatan Syiah Utama dan Mesidah akan dibangun kombet di dua titik sekaligus, yaitu di desa Amor dan desa Wih Resap.

Selain di dua kecamatan ini, tahun ini Pemkab juga secara bersamaan akan membangun jaringan telkom di desa Kem, Kecamatan Permata. Hal ini karena masyarakat disana juga merasakan tanpa adanya jaringan Telkom.

Membenarkan pendapat Wirdasari, secara terpisah Kadis Kominfo Kabupaten Bener Meriah Ilham Abadi S.STP.,MAP, menyampaikan bahwa pemkab telah melakukan komunikasi dengan pihak Telkom untuk membangun jaringan disana. 

Dengan segala pertimbangan pihak telkom, akhirnya pihak telkom sempat meninjau dan melakukan survei lapangan di ketiga titik koordinat tersebut.

“Jadi terkait jaringan ini, ini tengah kita upayakan permanen. Akan tetapi ini kan harus ada approve dari telkomsel regional,” ujar Ilham Abadi.

Sementara itu untuk di desa Seni Antara, pada tahun 2021 ini akan dilakukan permanen. 

“Kita memohon kepada Telkom kemarin, dan kemudian kita ikuti terus dan harus segera dipasangkan jaringan. untuk seni Antara, dipastikan tahun 2021 ini akan dibangun permanen dan sedang proses persetujuan Regional,” harapnya. (Jun)