Kepala SMKN Trieng Gadeng Sambangi Kepala MIN 13 Bener Meriah Bahas Petukel Jadi Program Wirausaha Sekolah

Analisisnews.com/Junaidi. Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Trieng Gadeng Kabupaten Pidie Jaya Rusmansyah S.Pd.,MT (kiri) langsung mengunjungi kediaman Kepala MIN 13 Bener Meriah Lasma Farida S.Ag.,M.Pd (kanan) di Desa Bale Redelong Kecamatan Bukit, Kamis (08/07/2021).

REDELONG : Merasa tertarik dengan postingan facebook dua kepala MIN yang membahas petukel sebagai program wirausaha di madrasah mereka, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Trieng Gadeng Kabupaten Pidie Jaya langsung mengunjungi kediaman Kepala MIN 13 Bener Meriah Lasma Farida S.Ag.,M.Pd di Desa Bale Redelong Kecamatan Bukit, Kamis (08/07/2021).

Kunjungan Kepala SMK Negeri Tring Gadeng Rusmansyah, S. Pd., MT dimaksud selain silaturahmi, juga membahas Petukel (labu tanah/labu kuning) yang akan dijadikan sebagai program wirausaha di SMK Negeri Trieng Gadeng.  

“Kunjungan ini merupakan silaturahmi biasa dan kebetulan ada informasi tentang wirausaha dalam media facebook Kepala MIN 11 Banda Aceh Dahrina M, S.Ag.,MA dan Kepala MIN 13 Bener Meriah Lasma Farida, S.Ag.,M.Pd maka sekaligus membahas tentang program entrepreneurship yang mungkin dapat dilaksanakan di SMK Negeri Tring Gadeng ,” kata Rusmansyah, S. Pd., MT.

Rusmansyah, S. Pd., MT menambahkan, kendati Petukel (labu tanah/labu kuning) tumbuh sangat subur di Daerah Gayo ini tetapi mungkin belum tentu cocok dibudidayakan di SMK Negeri Tring Gadeng karena memiliki hawa panas.

“Tetapi dalam program entrepreneurship di SMK Negeri Tring Gadeng akan ditanami dengan yang lain sesuai komoditi daerah, seperti semangka, mentimun, kacang-kacangan maupun tanaman lainnya yang dapat tumbuh di daerah panas Tring Gadeng,” jelas suami Mutia yang juga Guru SMK Negeri 1 Sigli

Lebih lanjut Rusmansyah, S. Pd., MT mengatakan, inti kunjungan ini selain silaturahmi juga menjajaki dan saling berbagi informasi terkait program wirausaha sekolah yang telah dilaksanakan di MIN 13 Bener Meriah secara baik dengan melibatkan semua warga sekolah, sehingga SMK Negeri Tring Gadeng dapat melaksanakannya.

“Terlebih lagi bagaimana MIN 13 Bener Meriah dapat melibatkan semua warga sekolah dan lahan yang tidak terlalu luas dapat dikelola serta melaksanakan program kewirausahaan secara baik, informasi inilah yang perlu didapatkan dari Kepala MIN 13,” tanya Rusmansyah, S. Pd.,MT. 

Sebab, tambah Rusmansyah, SMK Negeri Tring Gadeng saat ini memiliki lahan kosong lebih kurang 2 hektar dapat menjadi lahan produktif dari program entrepreneurship sekaligus sebagai tempat pembelajaran bagi peserta didik khususnya dalam praktek pertanian secara langsung pungkas Kepala SMK Negeri Tring Gadeng Rusmansyah, S. Pd.,MT.

Sementara Kepala MIN 13 Bener Meriah Lasma Farida, S. Ag., M. Pd mengatakan, telah menjadi kewajiban bagi kepala sekolah/madrasah untuk memajukan pendidikan pada sekolah yang dipimpinnya, salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk memajukan sekolah adalah melalui program wirausaha.

Lasma Farida, S. Ag., M. Pd menambahkan,  program entrepreneurship ini merupakan suatu alternatif memajukan sekolah/ madrasah yang dilakukan dalam bentuk penanaman, buah-buahan, tanaman obat-obatan dan sayur-sayuran disekitar areal sekolah, apa lagi SMK Negeri Tring Gadeng memiliki lahan cukup luas untuk melaksanakan program tersebut.

MIN 13 Bener Meriah yang terletak di Desa Bathin Baru Kecamatan Bandar sebagai kawasan pertanian dan SMK Negeri Tring Gadeng merupakan SMK dengan jurusan pertanian, maka pertemuan ini menjadi sangat relevan untuk saling sharing tentang program entrepreneurship jelas Lasma Farida, S. Ag., M. Pd yang kini sedang sibuk menggarap Novel Cut Nyak Lahore edisi ke 2

“Alhamdulillah semua warga MIN 13 antusias, kompak dan komitmen dalam menjalankan program wirausaha yang telah didicanangkan sejak 6 bulan laud an telah dilakukan hearing dengan Reje Kampung (kepala desa) sehingga program dimaksud dapat terlaksana serta berhasil dengan baik,” jelas ibu tiga anak itu.

Seperti yang diketahui, kesuksesan program wirausaha MIN 13 tidak terlepas dari bantuan dan kerjasama yang baik dengan Reje Kampung (kepala desa) Bathin Baru Muzakir Walad, hal ini dapat dibuktikan dengan keseriusan Reje Kampung Bathin Baru Muzakir Walad membantu MIN 13 yang telah memberikan izin pemanfaatan lahan di sekitar madrasah untuk ditanami karena lahan MIN 13 tidak terlalu luas, tambah penulis Novel Cut Nyak Lahore (CNL) itu.

Bahkan Reje Kampung Bathin Baru Muzakir Walad yang mengomando dan memimpin langsung masyarakat bergotong royong membersihkan lahan untuk wirausaha MIN 13, “Seluruh dewan guru, wali murid merasa senang dan gembira pada Reje Kampung Bathin Baru Muzakir Walad, atas kerjasama dan bantuan ama Reje Kampung Bathin Baru Muzakir Walad kami selaku Kepala mengucapkan banyak terima kasih.” Demikian ujar Lasma Farida Alumni Program Magister IAIN Lhokseumawe itu. (Jun)