Oknum Aparat Desa dan Pemilik Toko di Simeulue Diamankan

SINABANG  – Diduga telah menyelewengkan Dana Desa tahun anggaran 2018 dan 2019, sejumlah aparat desa Kuala Makmur kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue, diamankan oleh kepolisian dari Polres Simeulue Kamis (15/7/2021). Mereka yang diamankan terdiri dari oknum kepala desa, sekretaris, bendahara, ketua TPK dan seorang pemilik toko di kota Sinabang

Para tersangka yakni berinisial Mrn (41), AN (32), JH (47) dan RI (45). Selain itu, juga turut diamankan seorang pemilik took, SA (41). Kini, kelima tersangka masih di Mapolres Simeulue untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo,S.I.K yang turut didampingi Waka Polres Simeulue Kompol Sugeng Sugiarto S.Pd ,MM dan Kasat Reskrim Polres Simeulue Iptu Sujono S, SOS, MSi dalam jumpa pers di Polres Simeulue, menyebutkan bahwa lima tersangka tersebut diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun anggaran 2018 dan 2019.

Pelaku diduga telah menyalahgunakan wewenangnya selaku aparat desa, dalam mengelola dana desa tahun anggaran 2018 dan 2019. Dalam pengusutan kasus tersebut, oleh penyidik telah memeriksa beberapa orang saksi.

Dikatakan, perbuatan para tersangka tersebut telah merugian negaran sebesar Rp 537 juta lebih dan pengembalian kerugian negara yang berhasil disita dalam perkara tersebut, uang sebanyak Rp 80 juta dan beberapa barang bukti lainya.

“Perbuatan para tersangka tersebut dikenakan hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Simeulue juga menyampaikan beberapa kasus yang masuk tahap lidik prosesnya sudah 80 persen untuk dilanjutkan ketahap selanjutnya yaitu kasus pembebasan lahan fiktif desa digulai dan pengadaan perahu.

Kapolres Simeulue AKBP Agung Surya Prabowo, S.I.K berharap kepada seluruh kepala desa  Se-kabupaten Simeulue agar berhati-hati dalam menggunakan dana desa dan tidak main-main dalam mengelola dana desa. Dia juga berharap agar jangan terulang  kasus yang sama. “Apabila terjadi lagi kita tetap proses,”pungkasnya. (abec)