Puskiyai Aceh Salurkan Daging Kurban

Puskiyai Aceh Salurkan Daging Kurban
Foto: analisisnews.com/agus s KURBAN: Dayah Manyang Pusat Komunity Islam Yayasan Al-Insaniyah (Puskiyai) Aceh, Krueng Baru, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya Rabu (21/7/2021) menyalurkan daging kurban.

BLANGPIDIE- Dayah Manyang Pusat Komunity Islam Yayasan Al-Insaniyah (Puskiyai) Aceh, Krueng Baru, Kecamatan Lembah Sabil, Aceh Barat Daya (Abdya) Rabu (21/7/2021) menyalurkan daging kurban untuk ratusan jamaah tetap yang melaksanakan ibadah Suluk Idul Adha 1442 Hijriah di pesantren setempat. Penyembelihan hingga proses penyaluran daging kurban tersebut dilaksanakan oleh Pasukan Tak Tuleung sebagai panitia yang dibentuk Puskiyai Aceh dibawah pimpinan Abu Dayah Manyang Teungku H Farmadi ZA M.Sc.

Komandan Pasukan Tak Tuleung Dayah Manyang Puskiyai Aceh, Tgk Joni mengatakan, pelaksanaan kurban hari raya Idul Adha setiap tahun dilaksanakan di pesantren kebanggaan masyarakat setempat. Dimana hewan-hewan kurban dimaksud, merupakan kurban kiriman dari Pimpinan Yayasan Al Jenderami, Malaysia Syekh Haji Hafizd bin Selamat.

Selain untuk ratusan jamaah suluk tetap yang sudah menetap sekitar sepuluh hari sebelum lebaran Idul Adha 1442 H di Dayah Manyang Puskiyai Aceh, daging kurban juga disalurkan panitia untuk ratusan masyarakat lainnya yang berada di sejumlah desa di sekitar pesantren tersebut.

“Pada dasarnya kurban ini diperuntukan bagi ratusan jamaah Dayah Manyang Puskiyai Aceh. Namun, karena setiap tahunnya hewan kurban yang tersedia banyak dan dagingnya juga melimpah, Abu Dayah Manyang mengambil kebijakan, untuk membagi-bagikan pada ratusan masyarakat luas, dalam sejumlah desa di sekitar kompleks pesantren ini. Tahun ini ada 12 ekor hewan kurban yang disalurkan,” ungkap Tgk Joni didampingi Wakilnya Tgk Fauzan Adami.

Ditambahkan, untuk ratusan jamaah tetap Dayah Manyang Puskiyai Aceh, proses penyembelihan hewan kurban serta penyaluran dagingnya, langsung ditangani Pasukan Tak Tueleung. Sementara untuk masyarakat sejumlah desa disekitar kompleks pesantren, disalurkan hewan kurban utuh, yang berupa lembu dan kerbau.

Untuk diketahui, Dayah Manyang Puskiyai Aceh, Krueng Baru, Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, merupakan pesantren binaan Abu Dayah Manyang Tgk H Farmadi ZA M.Sc, alumni Ponpes Darussalam Labuhan Haji, Aceh Selatan, yang mengambil gelar akademis S2 di University Kebangsaan Malaysia (UKM). Dibawah asuhan Da’I Asia Tenggara yang menguasai 3 bahasa dunia yhakni Arab, Inggris dan Mandarin ini, Dayah Manyang Puskiyai Aceh dikenal memiliki sejumlah program unik. Diantaranya, semangat Arbain 3 kali dalam setahun (bulan Muhamrram, Maulid dan bulan Isra Miraj), program warga emas, Install diri, serta sejumlah program unggulan lainnya yang dirangkum di Fakulti Ilallahdi.

“Santri disini, bukan remaja dan anak-anak. Akan tetapi, warga tua dan orang-orang dewasa. Perlu digaris bawahi warga tua yang kami maksud bukanlah warga jompo, tapi warga tua atau sering kami sebut sebagai warga emas dan orang dewasa, yang ingin mendekatkan diri pada sang pencipta,” urai Tgk Tabrani ZA MSI salah satu dewan pengurus Puskiyai Aceh yang merupakan alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta juga Dosen UIN Arraniry Banda Aceh.(ag)