Pemkab Bener Meriah Hadiri Kick Off Bansos Nontunai Provinsi Aceh

Analisisnews.com/Junaidi. Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekdakab Bener Meriah Armansyah, SE, M.Si, Kabag Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Masyarakat Edi Jaswin, S.KM, M.Si, Kadis Dinsos yang diwakili Kabid Linjamsos Yusra, SP, MP, dan Kasi Linjamsos Nurbaiti beserta staf dan Kabag Prokopim diwakili oleh Kasubag Protokol Teguh Wan Pribadi, S.STP menghadiri acara Kick Off Bantuan Sosial (Bansos) Nontunai.

REDELONG : Plt. Bupati Bener Meriah diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekdakab Bener Meriah Armansyah, SE, M.Si, Kabag Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Masyarakat Edi Jaswin, S.KM, M.Si, Kadis Dinsos yang diwakili Kabid Linjamsos Yusra, SP, MP, dan Kasi Linjamsos Nurbaiti beserta staf dan Kabag Prokopim diwakili oleh Kasubag Protokol Teguh Wan Pribadi, S.STP menghadiri acara Kick Off Bantuan Sosial (Bansos) Nontunai.

Pada acara tersebut juga tampak Berbagi Untuk Berdaya Peduli Anak Bangsa,  Bansos Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom meeting di Media Centre Kabupaten Bener Meriah, Jum’at, (23/7/2021).

Sekretaris Daerah Provinsi Aceh dr. H. Taqwallah, M.Kes  yang membacakan sambutan  Gubernur Aceh menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada BSI (Bank Syariah Indonesia) Aceh yang telah menggelar kegiatan ini dalam rangka mengawali penyerahan Bansos Nontunai, PKH dan sembako kepada seluruh masyarakat Aceh yang berhak untuk menerimanya, katanya.

Sekda Aceh menegaskan, di tengah-tengah pandemi Covid-19, Bansos tersebut sangatlah ditunggu-tunggu terutama oleh masyarakat miskin yang paling merasakan dampak ekonomi dari pandemi yang telah berlangsung setahun lebih. 

“Kita ketahui bersama pandemi Covid-19 telah menghentikan sejumlah aktivitas masyarakat yang biasanya kita jalani sehari-hari, sekolah membatasi pembelajaran tatap muka, kantor memberlakukan sistem sif, sebahagian perusahaan tutup sehingga ada karyawan yang di PHK,” ujar Taqwallah.

Sektor UMKM terpuruk, lanjutnya, sehingga berimbas kepada ekonomi masyarakat dan sejumlah dampak lainnya juga muncul. “Kondisi ini mau tidak mau harus dihadapi bersama, kata Sekda Aceh,” tambahnya.

“Pemerintah tidak tinggal diam, terus mengambil berbagai kebijakan untuk menekan penyebaran virus ini, selain itu juga menyalurkan berbagai bantuan kepada warga terdampak salah satu adalah Bansos bagi seluruh warga, sesuai dengan keriteria yang telah ditetapkan,” ungkap Taqwallah.

Sambungnya, hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah Aceh yang terus melahirkan berbagai kebijakan untuk mengatasi Covid-19, penanganan di Aceh secara garis besar dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu, penangan medis, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi, “pandemi  belum selesai untuk itu kami mohon dukung untuk seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama memperbaiki kondisi agar menjadi lebih baik,” jelasnya.

Sementara Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI Drs. Asep Sasa Purnama, M,Si dalam sambutannya mengatakan, ada beberapa hal yang disampaikan.

“Program sembako ini merupakan program panjang dimana program ini didukung oleh lintas Kementerian yang dikoordinasikan  oleh Menko PMK, program Sembako yang saat ini kita luncurkan melalui BSI merupakan pengembangan dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang mulai dilaksanakan oleh pemerintah sejak tahun 2020,” katanya.

Jenis bahan pangan yang dapat dibeli Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yaitu sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan vitamin dan mineral. 

Pihaknya berharap, Program sembako dapat memberikan pilihan dan kendali kepada KPM dalam menentukan jenis, kualitas yang diperlukan KPM.

Sedangkan sambutan Wakil Direktur Utama I BSI Ngatari menjelaskan, penyaluran Bansos ini akan dimulai dari Juli 2021 sampai akhir tahun sejalan dengan program Bansos Non Tunai tahun 2021. 

“Bansos non tunai ini terdiri dari penyaluran PKH yang merupakan program Bansos yang dilakukan secara Non Tunai melalui Bank penyalur ke rekening atas nama KPM yang diberikan pertiga bulan sekali berdasar kriteria yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Pemberian bansos sembako di Aceh adalah bantuan sebesar Rp.200 ribu/bulan kepada KPM yang bertujuan untuk membeli bahan pangan, untuk mengoptimalkan penyaluran Bansos ini,  “BSI akan mengoptimalkan, akan memanfaatkan 125 outlet BSi di Aceh, 712 ATM BSI di Aceh dan 73 agen laku pandai BSI di Aceh,” jelasnya.

Acara tersebut diikuti oleh seluruh Bupati/Walikota, seluruh Sekda, Seluruh Kadinsos dan pejabat terkait lainnya di seluruh Aceh. (Rel/Jun).