PHP, Panitia Futsal Pra PORA Bener Meriah Tidak Transparan

Analisisnews.com/Junaidi. Sekretaris AMA Gayo, Rasidi Jaya.

REDELONG : Beberapa hari belakangan ini, kontingen Futsal Pra PORA telah dilepas oleh Plt bupati Bener Meriah Dailami dan tim berjuang pada kegiatan Pra PORA 2021.

Dikabarkan, tim Futsal dari Bener Meriah pada ajang tersebut telah menyampaikan akan transparan untuk menyeleksi dan merekrut putra terbaik Bener Meriah untuk bermain pada lomba tersebut. Namun disayangkan, panitia telah memberi harapan palsu kepada pemain yang seharusnya ikut bermain, namun tidak ikut pergi dan bertanding pada ajang Pra PORA itu.

Menanggapi hal tersebut, aktivis Bener Meriah, Rasidi Jaya menyanyangkan sikap panitia tidak transparan dalam menyeleksi tim Futsal Bener Meriah. Menurutnya, panitia menyembunyikan dan memberikan harapan palsu kepada pemain yang telah diiming-iming untuk ikut serta namun tidak jadi ikut bermain. 

“Kami langsung mengkonfirmasi kepada bapak Razikin selaku tim panitia seleksi futsal pra PORA, dan beliau mengatakan untuk tim futsal Bener Meriah tidak adanya seleksi,” kata Rasidi mengikuti ucapan Razikin. 

Rasidi juga mengatakan, jika memang sekelas tim futsal kabupaten Bener Meriah tidak diadakan seleksi secara menyeluruh, “maka wajar saja jika olahraga kita selalu bobrok,”tegas Rasidi Jaya yang merupakan sekretaris Aliansi Masyarakat Gayo (AMA Gayo).

Rasidi juga menyebutkan, salah satu tim Victor Bener FC asal Bener Kelipah tampil sebagai juara 3. 

“Salah satu dari pemain klub ini, MZ, dikabarkan lolos terseleksi untuk mengikuti ajang penyisihan pra PORA itu. informasi ini diakui MZ karena memang disampaikan panitia kepadanya, buktinya saat ini hanya di PHP saja,” tegas Rasidi. 

Sementara itu Iwan Mahiva, selaku pelatih Victor Bener FC menegaskan kepada pihak panitia untuk tidak berlaku dusta terhadap pemain yang telah di wacanakan ikut bertanding namun tidak ikut. 

“Stop PHP. Jangan ada dusta diantara kita,” ungkap Iwan Mahiva.

Rasidi Jaya serta Iwan Mahiva dan tokoh pemuda lainnya Rudi Asa, meminta kepada Plt Bupati Bener Meriah untuk memberhentikan petugas yang tidak profesional (berkompeten). 

“Futsal itu ajang bergengsi, makanya adakan seleksi supaya tidak adanya anak kandung anak tiri. Mohon kepada bapak bupati untuk memberhentikan para petugas yang tidak berkompeten di bidangnya,” tutup Rudi Asa. (Rel/Jun)