Mengintip Rutinitas Pemuda dan Orang Tua Di Delung Belajar Ilmu Agama

Analisisnesw.com/Junaidi. Tengku Anwar Sadat sedang menyampaikan ilmu agama kepada masyarakat Delung Tue/Asli, Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. (Foto: Ahmad Syarif Tantawi).

REDELONG : Mencari ilmu wajib bagi setiap hamba Allah yang masih bernafas. Tak hanya itu, Islam mewajibkan manusia tetap mengais ilmu dari sejak lahir hingga liang lahad ataupun pintu kuburan.

Ajakan ini memang sejak dini telah disampaikan Allah Swt melalui Nabi Muhammad Saw kepada umatnya, dan diteruskan oleh pewarisnya para ulama hingga saat ini.

Kini, masyarakat kampung Delung Tue/Asli, Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah, baik orang tua maupun pemuda kampung setempat tampak terus belajar mencari ilmu agama. Misalnya seperti selesai melaksanakan shalat subuh berjamaah di menasah kampung setempat, dan di malam hari pada waktu yang lain di masjid dan menasah kampung tersebut.

Ada banyak hal yang disampaikan oleh para Tengku, seperti menyampaikan masalah fiqih, ilmu tajwid, tauhid, dan cabang-cabang ilmu-ilmu lainnya dari dasar (hulu) hingga hilir.

Analisisnews.com/Junaidi. Tengku Faisal memberi kajian ilmu fikih kepada masyarakat setempat di menasah tengah kampung Delung Tue, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, usai shalat subuh berjamaah. Foto Ahmad Syarif Tantawi,

Informasi yang diterima analisisnews.com, Senin pagi, 20 September 2021, berlangsungnya belajar ilmu agama ini terdapat waktu dan peserta yang berbeda-beda. Khusus di pagi hari siap shalat subuh berjamaah di menesah tengah kampung setempat, kebanyakan orang tua.

“Ada sebanyak tiga Tengku yang mengajar di sana setiap pagi harinya,” ujar warga Kampung Delung Asli setempat, Ahmad Syarif Tantawi.

Ahmad Syarif juga menerangkan, kegiatan tersebut sudah menjadi rutinitas dan wejangan setiap harinya usai menunaikan shalat subuh berjamaah.

Selain berlangsungnya pengajian di waktu subuh tersebut, rutinitas belajar agama juga dilangsungkan pada waktu lainnya seperti di malam hari. Di waktu ini, berlaku bagi orang tua dan juga para pemuda kampung Delung Tue/Asli. Dimulai selesai shalat isya berjamaah hingga di tutup pukul 23.00 WIB malam.

Amatan media ini, terkait dengan rutinitas menyemarakkan belajar ilmu agama ini, ada tiga tempat yang tersedia. Pertama, di Masjid An-Nur Delung Asli yang berlangsung Jum’at malam Sabtu dengan guru pengampu adalah Tengku Ahdi dan Tengku Aspia mengenai ilmu fiqih dan ilmu Tajwid Al-Qur’an.

Kedua, di menasah tengah, setiap pagi hari usai shalat subuh berjamaah yang diisi oleh tiga Tengku sekaligus secara bergantian, yaitu Tengku Anwar Sadat, Tengku Rahmat dan Tengku Faisal.

Pada hari Senin, Selasa dan Rabu ini, akan diampu langsung oleh Tengku Anwar Sadat yang merupakan alumni Samalanga, Bireuen, Aceh, yang diajarkan mengenai Tauhid dan ilmu lainnya.

Untuk hari Kamis dan Jum’at akan diampu oleh Tengku Rahmat, alumni Kairo, Mesir, yang menyampaikan mengenai ilmu Tajwid Al-Quran. Sementara untuk Sabtu dan Minggu diampu oleh Tgk Faisal alumni Pesantren dari Jawa Barat.

Ketiga, berlangsung di dusun Antara. Disini berlangsung selama dua hari, yaitu hari Jum’at malam Sabtu bagi kaum orang tua, sementara hari Senin malam Selasa bagi para pemuda kampung, yang keduanya disampaikan oleh Tengku Anwar Sadat.

Sementara itu untuk anak-anak, juga disediakan di rumah para Tengku-Tengku tersebut selesai shalat magrib hingga waktu Isya.

“Ini penting, setidaknya dengan mengetahui dasar agama, kita dapat memperbaiki agama kita dari dasar hingga bahkan dapat menangkal diri kita dari aliran-aliran lain,” sekilas mengikuti ucapan Tengku Anwar Sadat beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, lanjut Tengku Anwar Sadat, jika ilmu dan agama sudah ditanam dalam hati dan jiwa, kedepannya, manusia akan lebih mudah manusia dalam melaksanakan segala urusan dan kegiatan lainnya, disamping mendapat berkah dunia dan akhirat.

Seperti ucapan Ustadz Adi Hidayat (UAH), alam dunia akan makmur dan sejahtera hanya diwariskan kepada orang-orang pilihan, yaitu jika orang di dalamnya merupakan orang-orang salih dan mengaplikasikan Al-Qur’an dan hadits.

“Kalau ingin salih, baca Al-Qur,an, ingin salih, pelajari Al-Quran, ingin salih, amalkan Al-Qur’an, ingin bahagia, amalkan Al-Qur’an, ingin tenang, amalkan Al-Qur’an, maka di Qur’an ada bimbingan ketenangan di rumah tangga, di Qur’an ada bimbingan ada kesuksesan dalam bekerja, di Qur’an ada bimbingan mengentaskan persoalan. Maka kata Allah, jika ingin salih, ingin ketenangan, maka tingkatkan takwa kepada Allah SWT.” (Jun)