Adat Aceh Berlandaskan Syariat Islam

  • Whatsapp
Syariat dan Adat Dibedakan Dari Sumbernya
Anggota Majelis Adat Aceh (MAA), Drs Jamhuri MA

BANDA ACEH-Adat istiadat Aceh sama sekali tidak bertentangan dengan syariat Islam, akan tetap berlandaskan syariat Islam. Peran dan fungsi Majelis Adat Aceh (MAA) dalam membina dan mengembangkan adat dan  adat istiadat dinilai cukup penting. Peran dan fungsi MAA yang tidak bertentangan dengan syariat Islam, memiliki visi dan misi yang sejalan dengan program pemerintah Aceh.

Anggota MAA Bidang Hukum Adat, Drs Jamhuri MA Jumat, (4/2/2022) mengatakan, pada prinsipnya setiap orang memiliki penafsiran dan pandangan yang berbeda mengenai kata adat istiadat. Hal itu, kata Jamhuri, bahwa adat istiadat merupakan kebiasaan turun temurun yang dilakukan berulang-ulang yang telah menjadi tradisi atau ciri khas dari suatu daerah.

Masyarakat Aceh menyesuaikan praktek agama dengan tradisi atau adat istiadat yang berlaku, hal ini terlihat dalam kehidupan sosial budaya Aceh. Sebagai hasilnya Islam dan budaya Aceh menyatu, sehingga sukar dipisahkan. Disini kaidah syariat Islam sudah merupakan bagian dari adat atau telah diadatkan. Sebaliknya, adat merupakan bagian dari Islam, atau yang telah diislamkan.

“Sejak dulu harmonisasi antara adat dan Islam ini berkembang dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Masyarakat Aceh terkenal sangat religius dan memiliki budaya adat yang identik dengan Islam, sehingga kehidupan adat istiadat Aceh dengan Islam tidak dapat dipisahkan hingga saat ini,” pungkasnya. (adv)

Pos terkait