Diawal Panen, Harga GKP di Abdya Tinggi

  • Whatsapp
Diawal Panen, Harga GKP di Abdya Tinggi
Foto: analisisnews.com/agus s MENGUNING: Tanaman padi milik petani di areal persawahan Padang Lawas Desa Padang Baru Kecamatan Susoh, Abdya mulai menguning dan akan memasuki masa panen, Jumat (11/2/2022).

BLANGPIDIE-Memasuki awal musim panen padi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), harga gabah kering panen (GKP) di tingkat agen pengepul berkisar antara Rp.5.000-5.200 per kg. Kisaran harga yang tergolong tinggi itu memang kerap terjadi di awal musim panen dan harga tersebut disesuaikan dengan kualitas dari gabah yang dihasilkan petani.

Taruddin agen pengepul padi, Jumat (11/2/2022) mengatakan, tingginya harga gabah kering panen dimaksud merupakan hal yang lumrah dan selalu terjadi disaat awal musim panen. Namun, harga tersebut dipastikan tidak akan bertahan lama, sebab persediaan gabah semakin hari semakin bertambah dan kondisi itu tentu akan berpengaruh terhadap harga gabah.

Hingga awal Februari ini baru beberapa hamparan yang telah memasuki masa panen, seperti di kawasan Kecamatan Susoh dan Blangpidie. Sementara untuk hamparan lain, masih menunggu masa panen tiba, bahkan ada tanaman padi yang masih dalam proses pertumbuhan anakan.

Menurutnya, harga gabah kering panen seperti di tahun lalu bisa mencapai Rp.4.500 disaat persediaan gabah semakin banyak. Bagi para petani yang panen diawal musim tentu akan mendapatkan untung banyak, sedangkan yang panen di penghujung musim tentu akan mendapatkan untung sedikit.

“Diawal panen harga gabah memang tinggi, namun berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya harga itu akan beransur turun seiring dengan melimpahnya hasil panen,” paparnya.

Dalam bebe­rapa hari terakhir petani Abdya memang telah memulai panen padi. Namun panen padi yang dila­kukan tidak serentak, lan­taran usia tanaman padi di­hampir sembilan kecamatan dalam kabupaten setempat tidak sama.

Helmizal, petani di areal persawahan Padang Lawas Desa Padang Baru Kecamatan Susoh mengata­kan, petani yang mulai panen padi belum terlalu banyak. Untuk areal persawahan di wilayahnya itu, masih sebagian kecil pe­tani yang sudah dan sedang panen. Sedang­kan sisanya masih menunggu panen, yang diperkirakan sekitar sepekan mendatang akan mulai ramai.

“Belum semua petani sudah mema­nen padi, masih banyak hamparan padi me­nung­gu masa panen, sebab belum se­pe­nuh­nya menguning,” tuturnya disela-sela kesibukannya mengusir hama burung pipit.

Petani yang terlambat memanen padi dikarenakan saat pe­ngolahan tanah dan penanaman padi lalu ter­kendala akibat sa­wah mereka kering tidak dialiri air, sehingga mereka harus me­nunda pena­naman padi. Selain itu serangan hama juga menjadi penyebab tanaman padi tidak berusia sama. Bahkan ada sejumlah petani yang terpaksa harus menggarap ulang sawah mereka dan menanamnya dengan bibit baru, lantaran tanaman padi yang telah ditanam sebelumnya tidak membuahkan hasil.

“Kendala lain yang kerap menghambat proses pertumbuhan padi di Abdya dan juga mengakibatkan terlambatnya memasuki masa panen adalah serangan hama serta bencana alam seperti banjir luapan,” tuturnya.(ag)

Pos terkait