MAA dan Masyarakat Harus Bersinergi Lestarikan Adat Budaya

  • Whatsapp
MAA dan Masyarakat Harus Bersinergi Lestarikan Adat Budaya
Gubernur Aceh Nova Iriansyah

BANDA ACEH-Gubernur Aceh, Nova Iriansyah Rabu (23/2/2022) menyampaikan dengan lahirnya Majelis Adat Aceh (MAA), maka masyarakat Aceh pada umumnya harus dapat besinergi dengan lembaga satu-satunya yang ada di Indonesia yang menangani terhadap adat istiadat dan kebudayaan.

Peran serta semua elemen masyarakat dalam menjaga dan mendukung kelestarian budaya sangat dibutuhkan. Karena budaya sebagai sebuah indeditas bangsa yang harus selalu dijaga dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Semua pihak harus mendorong seluruh elemen masyarakat Aceh, agar mencintai adat dan budayanya sendiri. Harus ada generasi penerus yang peduli akan hal ini. Jika tidak, pelan-pelan adat dan budaya Aceh akan tergeser zaman,” katanya.

Dikatakannya, agama Islam menjadi perekat sekaligus pengendali semua budaya Aceh yang berasal dari beragam etnis atau suku di Aceh. Adapun beragam suku yang ada di provinsi paling barat Indonesia itu  antara lain Aceh, Alas, Aneuk Jame, Gayo, Kluet, Tamiang, Singkil, Simeulue, dan sebagainya. Keberagaman adat dan budaya merupakan aset terbesar bagi Aceh dari segi kekayaan budaya tak benda. Karena itu, dia mengajak semua pihak untuk terus melestarikannya.

“Setiap suku memiliki tarian, adat istiadat, dan kegiatan spiritual masing-masing. Aceh juga memiliki banyak warisan budaya berupa benda, bangunan, situs, dan kawasan cagar budaya. Warisan budaya ini merupakan peninggalan masa prasejarah, klasik, Islam, kolonial, serta bencana gempa dan tsunami atau smong. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam melestarikan ini semua,” pungkasnya. (adv)

Pos terkait