Terkait Gagalnya Paripurna Pemberhentian Bupati, Tgk Husnul Ilmi Angkat Bicara

  • Whatsapp
Analisisnews.com/Ketua DPC PKB Bener Meriah Tgk Husnul Ilmi.

REDELONG: Paripurna kedua terkait penetapan status pemberhentian bupati Bener Meriah Sarkawi di Aula Gedung DPR K Bener Meriah kembali gagal dilaksanakan pada Rabu (2/3/2022).

Gagalnya sidang tersebut lantaran peserta sidang tidak memenuhi quorum, karena anggota dewan tidak semuanya berhadir atau paling sedikitnya 19 orang. Pada sidang ini hanya dihadiri oleh 18 orang saja.

Adapun yang tidak berhadir pada sidang tersebut adalah dari PKB Wakil Ketua I, Tgk Husnul Ilmy, Zulham, Guntur Alamsyah, Sofyan dan Kasim, terakhir Salwani (PDIP) dan Falgunari (Golkar).

Dengan situasi demikian, dalam upaya klarifikasi dan penyeimbangan pemberitaan yang beredar terkait tidak hadirnya anggota dewan dari partai PKB, analisisnews.com menghubungi Ketua DPC PKB Bener Meriah Tgk Husnul Ilmi.

Menurut Husnul Ilmi, tidak hadirnya pihaknya ke gedung kehormatan tersebut, pihaknya sependapat untuk menunggu hasil jawaban dari Gubernur Aceh.

“Bahwa kami berpendapat dan sudah mengusulkan kepada rekan- rekan di DPRK, sebaiknya kita menunggu dulu jawaban Gubernur atas surat yang dikirimkan kepada Gubernur tertanggal 07 Februari 2022, prihal status masuknya kembali Abuya Sarkawi melakukan tugasnya sebagai bupati definitif Bener Meriah,” ucap tgk Husnul

Saya melihat, lanjutnya, sampai diagendakannya Paripurna, usulan pemberhentian Bupati Bener Meriah belum ada balasan atau jawaban dari gubernur. Menurut saya Paripurna usulan pemberhentian Bupati Bener Meriah agaknya dipaksakan.

“Dan menurut saya publik sudah tau siapa Bupati Bener Meriah itu, beliau merupakan Dewan Syuro atau penasehat dalam kepengurusan partai PKB itu, kan gak mungkin kami hadir menyaksikan dan menyidangkan Dewan Syuro kami sendiri yang menurut kami tidak melanggar hukum,” demikian Pungkas Tgk Husnul Ilmi. (Rahman/Far)

Pos terkait