BKKBN Gencarkan Sosialisasi Penurunan Stunting, Ketua TP-PKK Aceh Dukung Penuh dan Maksimalkan Peran Kader

  • Whatsapp

LHOKSEUMAWE – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) provinsi Aceh gencar melakukan sosialisasi pencegahan dan penurunan stunting di Aceh dan mengajak semua stakeholders untuk mendukung program. Menyahuti program tersebut, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Aceh Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT memaksimalkan peran kader PKK hingga ke tingkat desa.

Hal itu disampaikan Ketua TP-PKK Aceh dalam diskusi terkait Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI) bersama wakil walikota Lhokseumawe Yusuf Muhammad, dan unsur terkait, Jumat (4/3/2022).

Dalam kesempatan itu, wakil walikota Lhokseumawe Yusuf Muhammad sambil menyerahkan undangan kegiatan Sosialisasi RAN-PASTI yang akan di laksanakan di Provinsi Aceh pada tanggal, 16 Maret 2022 di Grand Permata Hati Banda Aceh.

Lebih lanjut, Dyah Erti Idawati memberikan statement terkait upaya percepatan penurunan Stunting di provinsi Aceh. Dia menekankan agar jangan ada ego sektoral dalam upaya penurunan Stunting tersebut dan pihaknya memaksimalkan kadar TP- PKK.

“Maksimalkan peran kader kami yang jejaringnya sampai ke desa-desa apalagi saat ini telah terbentuk Tim Pendamping Keluarga TPK,” ujar Dyah.

Selanjutnya, Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh T.Iskandar Faisal, S.Kp.M.Kes, yang juga hadir dalam kegiatan itu, mengatakan Poltekkes Kemenkes Aceh juga akan membekali pemahaman terkait stunting kepada mahasiswa Poltekkes Kemenkes yang saat ini sudah mencapai 5.000 mahasiswa/i.

“Mahasiswa/I Poltekkes siap untuk diberi arahan terkait dengan upaya percepatan penurunan dan pencegahan Stunting,” katanya.

Sementara itu, BKKBN Aceh telah menyiapkan sekretariat Tim Percepatan Penurunan Stunting TPPS di Gedung Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh. Hal itu ditegaskan Kepala BKKBN Aceh Drs. Sahidal Kastri, M.Pd.

Sahidal Kastri dalam kegiatan tersebut menyampaikan Refleksi kinerja program Bangga Kencana tahun 2021 dan Rencana Prioritas Program dan Kegiatan Tahun 2022 di hadapan para PKB, PLKB Se-Kota Lhokseumawe.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh turut didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Lhokseumawe Dra.Mariana Affan, MM dan jajarannya dan Koordinator Bidang KS/PK BKKBN Aceh Faridah, SE,MM dan pertemuan berlangsung di Aula Dinas tersebut.4/3/2022.

Lebih lanjut, Sahidal Kastri menjabarkan Indikator Kinerja Utama IKU diantaranya Angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) per WUS usia 15-49 Tahun. Angka kelahiran remaja umur 15-19 tahun (Age Specific Fertility Rate/ASFR 15-19). Angka prevalensi kontrasepsi modern (Modern Contraceptive Prevelance Rate/mCPR)

Dalam kesempatan itu, Dia juga mempresentasikan  kebutuhan ber-KB yg tidak terpenuhi (Unmet Need), persentase Peserta KB Aktif (PA), metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), median Usia Kawin Pertama Perempuan (MUKP) dan persentase masyarakat (keluarga) yang terjangkau Program Bangga kencana dan Persentase tingkat putus pakai pemakaian kontrasepsi (DCR)

“Kita sebagai penanggung jawab pelaksanaan percepatan penurunan stunting bersama seluruh instansi terkait agar lebih mengoptimalkan dalam berkoordinasi, konvergensi, dan sinergitas dalam upaya mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Sahidal Kastri.

Selain itu, dia juga menegaskan upaya terpenting dalam percepatan penurunan stunting ini, memperkuat tim pendamping keluarga. “Karena merekalah yang menghadapi langsung  dan mendampingi keluarga yang rentan dan berisiko Stunting,” tegasnya.

Sementara itu, wakil walikota Lhokseumawe Yusuf Muhammad mengapresiasi Kinerja BKKBN dalam upaya mewujudkan Keluarga yang berkualitas dan akan mendukung Tim Percepatan Penurunan Stunting TPPS khususnya di kota Lhokseumawe. (bar)

Pos terkait