BKKBN dan PKK Gandeng KUA Percepat Penurunan Stunting

  • Whatsapp

BANDA ACEH – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) provinsi Aceh bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Aceh menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) di Aceh untuk mempercepat penurunan stunting di provinsi paling barat Indonesia itu.

Kerjasama tersebut dirangkai dalam kegiatan Implementasi Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) yang diadakan BKKBN Aceh, di Hotel Hermes Palace, Senin (7/3/2022). Sejumlah perwakilan instansi terkait hadir dalam kegiatan dimaksud.

Kabid Dalduk BKKBN Aceh, Faridah mengatakan kegiatan dimaksud merupakan bentuk kerjasama dari BKKBN bersama kementerian agama dan kementerian Kesehatan. KUA yang berada dibawah Kementerian Agama memiliki peran dalam bimbingan perkawinan.

Koordinator KB-KR Perwakilan BKKBN Aceh, Muhammad Razali, menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi strategi pencegahan stunting, melalui aplikasi berbasis web dan mobile aplication dan pendampingan calon pengantin siap nikah dan hamil di KUA.

Dia mengatakan, hal itu dilakukan untuk mempermudah penyampaian informasi demi menciptakan keluarga berkualitas, dengan ciri berdasarkan perkawinan yang sah, sehat, sejahtera, maju, mandiri, memiliki anak ideal, dan berwawasan luas, serta bertanggung jawab.

Oleh karena itu, katanya, diperlukan kolaborasi dan kerjasama dari semua pihak termasuk KUA, yang dinilai sangat efisien dan terjun langsung dalam menangani calon pengatin, sebelum mereka menikah. Selain itu, KUA menjadi orang tua yang ideal serta mempersiapkan keturunan sehat, sehingga terhindar dari stunting.

Hal senada juga dijelaskan Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati yang hadir dalam kegiatan tersebut. Dia mengatakan, KUA dirangkul guna melaksanakan pembinaan dan bimbingan calon pengantin dalam pencegahan dan penanganan stunting.

“Pembinaan tentang stunting untuk calon pengantin yang nantinya akan menjadi ibu dan bapak Itu harus kita bekali dari awal, dan itu adanya di jenjang di KUA,” kata Dyah.

Dia mengatakan, edukasi pencegahan stunting untuk calon pengantin menjadi strategi penting. Karena, itu akan menambah wawasan dan mempersiapkan mereka untuk menjadi orang tua. Sehingga anak yang dilahirkan akan sehat dan tidak mengalami stunting.

Stunting, katanya, adalah kondisi gizi kronis pada anak yang diakibatkan kurangnya asupan gizi, sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak dan membuat tinggi badan anak terlihat lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.

“Tetapi, bukan hanya kondisi fisik yang terlihat kerdil saja yang dikhawatirkan, namun perkembangan otak anak yang ikut terhambat akibat stunting menjadi momok yang harus diatasi sedini mungkin,” katanya.

Ppengetahuan terkait stunting bagi calon pengantin sangat penting, agar mereka bisa melahirkan generasi nyang sehat, cerdas dan tangguh.

“Karena mereka ke depan yang akan menjadi pemimpin dimasa depan. Apalagi tantangan ke depan tidak seperti hari ini melainkan terus berkembang pesat. Jadi persiapkan generasi kita untuk mampu menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya. (ero/bar)

Pos terkait