9.650 Anak di Abdya Telah Divaksin

  • Whatsapp
9.650 Anak di Abdya Telah Divaksin
Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Safliati SST, MKes

BLANGPIDIE-Sebanyak 9.650 anak usia 6-11 tahun dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah mendapatkan vaksin Covid-19 untuk dosis pertama dan kedua. Angka tersebut berdasarkan laporan kumulatif hingga 9 Maret 2022 pada Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Safliati SST, MKes Kamis (10/3/2022) mengatakan, untuk capaian vaksinasi terhadap anak terus diupayakan secara bertahap dengan mengunjungi setiap sekolah oleh petugas vaksin dalam wilayah Puskesmas masing-masing. Sebelum dilakukan vaksin, pihak sekolah telah lebih dulu menyurati orang tua murid untuk dapat mendampingi anaknya saat pemberian vaksin. Sebab, setiap anak wajib didampingi orang tuanya saat akan dilakukan vaksinasi.

“Hingga 9 Maret 2022 sudah tercatat 9.650 anak telah divaksin yang terdiri dari 7.548 anak vaksin pertama dan 2.102 vaksin kedua,” sebutnya.

Pemberian vaksin terhadap anak ini tidak dengan serta merta dapat dilakukan, akan tetapi setiap anak yang akan mendapatkan vaksin harus didampingi oleh orang tuanya, sehingga segala bentuk kemungkinan yang tidak diinginkan bisa dihindari. Sebab, hanya orang tua murid yang tahu persis bagaimana kondisi kesehatannya, seperti riwayat penyakit yang diderita anak serta keluhan kesehatan lainnya. Orang tua murid dapat menjelaskan secara langsung kepada dokter saat anak melalui proses skrining menjelang vaksinasi.

Vaksin bagi anak usia 6-11 tahun ini bertujuan melindungi mereka dari paparan Covid-19 dan memberikan keamanan saat melaksanakan pembelajaran tatap muka. Mendapatkan vaksin Covid-19 menjadi sesuatu yang penting karena selain bermanfaat bagi diri sendiri juga bermanfaat bagi orang lain. Secara tidak langsung menerima vaksin, sudah turut menjaga lingkungan terdekat dari virus Covid-19.

Berdasarkan pantauan pihaknya, pemberian vaksin terhadap anak di Abdya berjalan dengan baik, bahkan peran orang tua murid juga sangat menonjol ketika anaknya mengikuti serangkaian proses jelas vaksinasi. Tentu cara pemberian vaksin kepada anak usia sekolah akan lebih berbeda dengan pemberian vaksin kepada orang dewasa. Akan banyak eduksi yang disampaikan oleh tim di lapangan, sehingga anak akan merasa nyaman saat divaksin.

“Ada beberapa manfaat bagi anak ketika mendapatkan vaksinasi diantaranya merangsang sistem kekebalan tubuh anak,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, vaksin itu terdiri dari berbagai produk biologi dan bagian dari virus yang sudah dilemahkan dan disuntikkan ke dalam manusia. Proses ini akan merangsang timbulnya imun atau daya tahan tubuh seseorang. Kemudian mengurangi risiko penularan tubuh, sebab anak yang telah disuntikan vaksin akan merangsang antibodi untuk belajar dan mengenali virus yang telah dilemahkan tersebut. Dengan demikian tubuh akan mengenal virus dan mengurangi risiko terpapar. Terakhir mengurangi dampak berat dari virus. Dengan kondisi kekebalan tubuh yang telah mengenali virus, jika sistem imun seseorang kalah dan kemudian terpapar maka dampak atau gejala dari virus tersebut akan mengalami pelemahan.

“Hingga saat ini upaya sosialisasi di lapangan akan pentingnya vaksinasi terhadap anak terus kami sampaikan, begitu juga dengan penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah harus tetap terjaga,” tutupnya. (ag)

Pos terkait