Cuaca Panas, Debit Air Sungai Berkurang

  • Whatsapp
Cuaca Panas, Debit Air Sungai Berkurang
Ilustrasi

BLANGPIDIE-Debit air di sejumlah sungai dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) semakin berkurang. Kondisi tersebut disebabkan kemarau yang melanda wilayah Abdya dan sekitar sejak beberapa pekan terakhir.

Amatan wartawan di lapangan, Senin (28/3/2022) umumnya sungai yang ada disembilan kecamatan dalam kabupaten setempat mengalami kekurangan debit air, seperti sungai (krueng) Babahrot, Krueng Alue Pisang, Pucok Krueng Alue Sungai Pinang, Krueng Susoh, Krueng Suaq, Krueng Tangan-Tangan, Krueng Manggeng dan Krueng Baru. Akibat dari berkurangnya debit air di sungai induk, suplai air ke puluhan anak sungai yang selanjutnya untuk pasokan air kebutuhan masyarakat menjadi terganggu.

Tamrin warga Kecamatan Manggeng mengaku kewalahan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Dimana selama musim panas melanda Abdya, kebanyakan debit air di sumur warga banyak yang berkurang. Selain itu, kebutuhan air untuk suplai air ke areal persawahan juga susah untuk didapat, lantaran saluran air yang biasa mensuplai air ke areal persawahan dan lokasi lainnya mulai menyusut.

“Debit air sangat jauh berkurang, sehingga menyulitkan kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Mahmuddin warga lainnya merasa khawatir jika kondisi cuaca panas dengan suhu mencapai  31-35 derajat celcius terus berlanjut, tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan serta dapat menimbulkan masalah lain seperti kebakaran hutan serta lahan gambut. Bahkan belum lama ini kebakaran di kawasan pegunungan Desa Babah Lhung Kecamatan Blangpidie sempat membuat warga sekitar panik. Kondisi tanaman yang kering, membuat api dengan leluasa menghanguskan pohon di kawasan itu. Beruntung, armada pemadam kebakaran milik Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) bergerak cepat untuk memadamkan api bersama dengan masyarakat sekitar.

Cuaca panas menyusul sengatan terik matahari pada siang hari  mulai menimbulkan penyakit pada anak-anak, terutama flu, pilek dan batuk-batuk. Sehingga memaksa orangtua melarang anak-anaknya bermain di tempat terbuka pada siang hari.

“Debu banyak berterbangan akibat tiupan angin sehingga tidak baik bagi kesehatan jika beraktivitas di luar rumah saat siang hari,”(ag)

Pos terkait