Meugang Momen Untuk Berbagi Kepada Sesama

  • Whatsapp
Meugang Momen Untuk Berbagi Kepada Sesama
Foto: analisisnews.com/agus s MEUGANG: Pedagang menjajakan daging pada hari meugang di pasar tradisional di Aceh, Kamis (31/3/2022)

BANDA ACEH- Meugang (hari punggahan) di Aceh bukan hanya sebagai tradisi yang digelar setiap menjelang hari-hari besar yakni Ramadan, Idulfitri dan Iduladha. Tetapi meugang juga memiliki nilai sedekah. Pada hari-hari meugang, masyarakat juga memanfaatkan momen tersebut untuk berbagi antar sesama.

“Meugang ini sebagai tradisi membeli daging, makan daging dan apabila ada kemudahan dapat berbagi daging kepada tetangga yang fakir miskin atau anak-anak yatim agar dapat menikmati daging menyambut bulan suci Ramadan. Dihari meugang ini dapat dimanfaatkan untuk berbagi kepada yang membutuhkan,” kata Wakil  Ketua  I Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh, Mulyadi Thaib, Kamis (31/3/2022).

Biasanya, menjelang pelaksanaan meugang, masyarakat Aceh akan berbondong-bondong menuju pusat-pusat penjualan daging. Walaupun terdapat daging impor yang diinisiasi pemerintah pusat yang harganya lebih murah, namun masyarakat Aceh lebih memilih daging lokal untuk keperluan meugang.

Akibatnya, kebutuhan daging yang melonjak, dan harga daging lembu biasanya akan naik dua kali lipat dari harga normal. Lapak-lapak baru penjualan daging pun turut menjamur di pinggir jalan maupun di tempat-tempat keramaian lainnya.

Meskipun harga jual daging pada hari-hari menjelang meugang naik drastis, namun masyarakat Aceh tetap membeli. Fluktuasi harga daging pada hari-hari meugang suatu yang lumrah. Biasanya, setelah meugang berlangsung, harga daging di pasaran kembali normal.

Dia menceritakan, pada zaman Sultan Iskandar Muda dulu, menjelang bulan Ramadan beliau memerintahkan ule jurong untuk  mendata semua anak-anak yatim dan fakir miskin untuk kemudian diberikan daging agar semua dapat menyantap daging.

“Pada hari meugang tersebut masyarakat biasanya memotong lembu atau kerbau yang nantinya akan dimasak dengan berbagai macam menu seperti masak mirah, masak puteh, sie reuboh menurut khas daerah masing masing,” katanya.

Untuk merayakan hari meugang, masyarakat sudah mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan jauh sebelum hari meugang. (adv)

Pos terkait