Kajati Aceh Larang Keras Jaksa Main Proyek

  • Whatsapp
Kajati Aceh Larang Keras Jaksa Main Proyek
Foto: analisinsews.com/agus s KUNKER: Kejati Aceh, Bambang Bachtiar SH MH memberikan sambutan saat Kunker ke Abdya, Rabu (6/4/2022)

BLANGPIDIE-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajati) Aceh, Bambang Bachtiar SH MH melarang keras seluruh jaksa yang bertugas di kabupaten/kota dalam Provinsi Aceh untuk mencoba bermain proyek. Penegasan itu disampaikannya saat kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (6/4/2022).

“Saya ingatkan, tidak ada jaksa yang bermain proyek apalagi berupaya melakukan pendekatan agar mendapatkan proyek. Saya akan awasi hal tersebut,” tegasnya dihadapan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, Wakil Bupati Muslizar MT, Ketua DPRK Nurdianto, Kajari Abdya Heru Widjadmiko SH MH, Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution SIK, Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Roqic Hariadi dan unsur Forkopimkab lainnya.

Dikatakan, fungsi jaksa adalah untuk melakukan pengawasan dan pendampingan serta besinergi dengan pemerintah di daerahnya masing-masing. Jaksa lebih mengutamakan pencegahan, baru kemudian melakukan penindakan jika ditemukan potensi pelanggaran hukum.  Akan hal itu, pejabat dalam daerah jangan sungkan untuk melakukan konsultasi mengenai hukum. Jika ada hal yang meragukan dalam mengambil kebijakan, silahkan dicarikan solusinya dengan kejaksaan setempat.

Dia juga mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Aceh, sesuai dengan amanat Presiden dan Kejaksaan Agung agar dalam pengadaan barang dan jasa tentunya lebih mengutamakan produk dalam Negeri. Minimal 40 persen menggunakan produk dalam negeri. Karenanya sangat dilarang melakukan intervensi dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa dimaksud.

Jaksa  juga harus melakukan pengawalan dan pengamanan sejak awal proses tender sebuah kegiatan proyek dalam daerahnya masing-masing. Disamping itu juga melakukan pendampingan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara (DATUN). Pemerintah bolehkan meminta pendampingan hukum agar tidak terjadi permasalahan dikemudian hari.

“Upaya saling mendukung dan mendorong pembangunan untuk memajukan kesejahteraan bangsa sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 sangat diperlukan, guna menuju pemerintah yang bagus dan bersih,” imbuhnya.

Sementara itu Bupati Abdya Akmal Ibrahim dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kunjungan Kajati Aceh ke Abdya yang merupakan negeri kecil dengan masyarakatnya lebih dominan sebagai petani. Selama ini pemerintah dengan Kejari Abdya punya hubungan sangat baik. Bahkan banyak persoalan terkait mengambil sebuah keputusan yang memiliki keragu-raguan selalu dikonsultasikan dengan baik.

“Tidak ada Silpa dalam tahun ini di Abdya. Ini semua berkat kerja keras bersama dalam membangun Abdya. Hubungan kerjasama ini harus terus berlanjut, sehingga dengan sendirinya dapat meningkatkan kemajuan daerah,” paparnya.

Amatan wartawan, kehadiran Kajati Aceh beserta istri dan rombongan ke Abdya langsung disambut Bupati Abdya dengan prosesi adat peusijuk (tempung tawar). Selain itu, Kajati Aceh dan Bupati Abdya saling memberikan plakat serta pemberian cindera mata khas Abdya.(ag)

Pos terkait