Lima Tuntutan Besar Massa Aksi di Bener Meriah

  • Whatsapp
Analisisnews.com/Massa yang tergabung dari Aliansi  Mahasiswa dan LSM melakukan Orasi di depan kantor DPRK Bener Meriah Senin (11/4/2022).

REDELONG: Massa yang tergabung dari Aliansi Mahasiswa dan LSM melakukan orasi di depan kantor DPRK Bener Meriah, Senin (11/4/2022) pagi.

Berdasarkan data sementara yang di himpun Analisisnews.com, terpantau massa aksi mendesak pihak legislatif dan ekskutif untuk menyurati Menteri terkait dan Presiden terkait kebijakan, dan wacana yang dianggap berpotensi menimbul kegaduhan bagi masyarakat luas dan tidak pro rakyat kecil tersebut.

Bacaan Lainnya

Nasri Gayo perwakilan massa aksi mengatakan, dalam  orasi damai hari ini ada delapan organisasi mahasiswa, ormas dan LSM yang ikut bersuara.

Massa meminta lima tuntutan kepada anggota DPRK dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Adapun lima tuntutan secara garis besar aksi tersebut adalah menolak kenaikan BBM, menolak wacana penundaan pemilu, menolak wacana presiden tiga priode.

“Selesaikan masalah kelangkaan solar dan kelangkaan minyak goreng, serta menolak kenaikan pajak PPN 11 persen,” ujar Nasri Gayo dihadapan massa dan anggota DPRK Bener Meriah.

Tidak hanya itu, massa aksi juga mendesak anggota DPRK dan Pemerintah khususnya Presiden Jokowi mundur dari jabatannya karna ada Mossi Tidak Percaya pada pemerintah.

Perwakilan Massa Aksi  Nasri Gayo menyayangkan kebijakan Pemerintah yang dianggap tidak Pro Rakyat tersebut menuai gelombang protes di tengah masyarakat luas.

“Dalam mediasi di ruang sidang kepada anggota DPRK bapak di sini hadir atas nama negara, bukan atas nama rakyat,” tegasnya.

Disamping itu Nasri Gayo mendesak pihak Ekskutif untuk hadir di ruang sidang DPRK, hingga massa mendesak pihak ekskutif untuk menyurati menteri terkait dan parlemen.

Pos terkait