Dua Pekan Terakhir, Polres Abdya Gagalkan Tiga Aksi Kejahatan

  • Whatsapp
Dua Pekan Terakhir, Polres Abdya Gagalkan Tiga Aksi Kejahatan
Foto: analisisnews.com/agus s JUMPA PERS: Wakapolres Abdya, Kompol Muhayat Effendi SH MH didampingi Kasat Rekrim Iptu Rivandi Permana memberikan keterangan sekaligus menghadirkan para tersangka dalam tiga kasus kejahatan pada jumpa pers yang berlangsung di halaman Mapolres Abdya, Selasa (26/4/2022).

BLANGPIDIE-Polres Aceh Barat Daya (Abdya) selama dua pekan terakhir berhasil menggagalkan tiga aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat. Tigas aksi kejahatan yang berhasil digagalkan itu diantaranya, kasus penyalahgunaan pengangkutan, menyimpan dan niaga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang berhasil digagalkan pada Jumat (15/4/2022). Kemudian kasus penangkapan sindikat pencurian hewan ternak jenis kerbau dan lembu pada Rabu (20/4/2022) dan terakhir kasus pengakutan hasil hutan bukan kayu (HHBK) berupa getah pinus tanpa dilengkapi surat keterangan sah HHBK pada Senin (25/4/2022).

Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution SIK melalui Wakapolres Kompol Muhayat Effendi SH MH didampingi Kasat Reskrim Iptu Rivanda Permana dalam jumpa pers, Selasa (26/4/2022) yang berlangsung di halaman Mapolres setempat menyebutkan, ketiga kasus tersebut berhasil digagalkan dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kasus pertama penyalahgunaan pengangkutan, menyimpan dan niaga BBM jenis solar bersubsidi yang berhasil digagalkan pada Jumat (15/4/2022) itu berhasil mengamankan seorang pemilik yakni UB (49) beserta 14 jerigen BBM bersubsidi jenis solar di Desa Ie Lhop Kecamatan Tangan-Tangan kabupaten setempat. UB ditangkap Jumat (15/4/2022) sekira pukul 17.00 WIB oleh Tim Opsnal Reskrim Polres Abdya setelah mendapatkan informasi bahwa telah terjadi penyalahgunaan pengangkutan, menyimpan dan niaga BBM jenis solar bersubsidi di sebuah rumah Desa Ie Lhob.

Masing-masing jerigen tersebut berisikan 32 liter BBM bersubsidi jenis solar dengan jumlah keseluruhan sebanyak 448 liter.  Menurut keterangan pemilik, solar itu didapat dari hasil penyulingan dalam tangki minibus jenis Phanter miliknya. Dia menggunakan selang untuk menyedot solar dari dalam tangki mobil miliknya ke dalam jerigen. BBM bersubsidi jenis solar tersebut akan diperjual belikan kepada orang lain dengan harga Rp. 6.500/liter. Selain mengamankan 14 jerigen berisi solar subsidi, petugas juga turut mengamankan barang bukti lain yakni satu unit minibus jenis Isuzu Phanter tahun 1993 warna biru dengan nomor polisi BL 427 AS.

Atas perbuatannya itu, pelaku dikenakan Pasal 53 huruf b Jo Pasal 23 Jo Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak Bumi dan Gas sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan pidana penjara paling lama 6 tahun.

Kasus kedua penangkapan sindikat pencurian hewan ternak jenis kerbau dan lembu pada Rabu (20/4/2022) yang berjumlah delapan orang. Delapan pelaku pencurian tersebut berasal dari beberapa kabupaten diantaranya, HJ (50) alamat Desa Alue Tho Kecamatan Seunagan, FS (39)  alamat Desa Alue Kambuk Kecamatan Suka Makmue, SDR (44) alamat Desa Kuala Baro Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya, AD (21) dan RL (25) alamat Desa Krueng Batee Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Abdya, RB (30) dan DW (39) alamat Desa Tengah Pisang Kecamatan Labuhan Haji Tengah serta HM (45) alamat Desa Keudeu Rundeng Kabupaten Aceh Selatan.

Dijelaskan, penangkapan para pelaku pencurian itu berlangsung pada Rabu (20/4/2022) sekira pukul 14.30 WIB. Bermula dari anggota Sat Reskrim Polres Abdya memperoleh informasi dari masyarakat bahwa di tempat kejadian perkara (TKP) 1 di Desa Gelima Jaya Kecamatan Susoh, Abdya dan TKP 2 di Desa Lhok Gajah Kecamatan Kuala Batee, Abdya sering terjadi jual beli hewan ternak jenis kerbau dan lembu yang dihasilkan dari aksi kejahatan pencurian.

Berbekal informasi tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan ke TKP 1 dan TKP 2 untuk membuktikan kebenaran informasi dimaksud. Sekira pukul 18.30 WIB dihari yang sama di Desa Gelima Jaya, tiba-tiba melaju 1 unit minibus jenis Innova warna hitam dengan nomor polisi BL 1332 TF ke TKP 1. Masih dalam pengintaian personel Sat Reskrim, turunlah empat pelaku dari mobil tersebut. Mereka terlihat menurunkan 1 ekor ternak jenis lembu di gudang peternakan milik Mayani yang merupakan penadah.

Melihat hal tersebut personel Sat Reskrim Polres Abdya langsung melakukan pengerebekan terhadap empat orang pelaku. Tiga pelaku diantaranya, HJ, DW yang sempat melarikan diri namun berhasil dilumpuhkan dan MD, sedangkan satu pelaku lainnya berhasil meloloskan diri termasuk Mayani masih dalam pengejaran pihaknya.  Kemudian Sat Reskrim Polres Abdya melakukan pengembangan dari pelaku yang berhasil ditangkap. Dari pengembangan tersebut, pihaknya memperoleh informasi bahwa pelaku sering menjual hewan ternak yang mereka curi dari berapa lokasi seperti di Abdya, Nagan Raya dan Aceh Barat kepada penadah atas nama Rusli.

Tidak sampai disitu, aksi penngkapan pelaku pencurian berlanjut ke TKP 2.  Sesampai di TKP 2, personel Sat Reskrim Polres Abdya melihat terdapat minibus jenis Xenia warna silver yang masuk ke dalam perkarangan gudang perternakan milik Rusli di Desa Lhok Gajah Kecamatan Kuala Batee. Tidak menunggu lama, pihaknya langsung melakukan pengerebekkan terhadap lima orang pelaku. Adapaun jumlah pelaku yang melakukan pencurian hewan ternak tersebut sebanyak empat orang sedangkan satunya lagi merupakan  penadah yang telah sering membeli hewan ternak yang dihasilkan dari kejahatan tersebut.

“Semua tersangka dan barangbukti 1 unit minibus jenis Innova warna hitam BL 1332 TF, 1 unit minibus jenis Xenia BL 1772 JM dan sepuluh ekor ternak jenis kerbau dan lembu langsung diamankan ke Polres Abdya untuk pengusutan lebih lanjut. Atas perbuatan tersebut para tersangka dikenakan pasal 363 ayat (1) point ke-1 dan ke-4 Jo 480 KUHPidana, pasal 363 ayat (1) poin ke-1 dan ke-4 KUHPidana dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, pasal 480 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman ancaman dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Terakhir kasus pengakutan HHBK berupa getah pinus tanpa dilengkapi surat keterangan sah HHBK pada Senin (25/4/2022) yang berhasil menangkap tiga pelaku diantaranya AYS (27) warga Desa Penampaan Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues, LI (26) warga Desa Titi Pasir Kecamatan Semadam Kabupaten Aceh Tenggara dan AM (39) warga Desa Rampelan Pinang Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues. Tidak hanya mengamanan para pelaku, Sat Reskrim Polres Abdya juga berhasil mengamanan barang bukti berupa 110 karung getah pinus dengan jumlah 6 ton dan satu unit truk jenis colt diesel Mitsubhisi Canter dengan nomor polisi BK 8712 FV. Penangkapan pelaku berlangsung di jalan lintas Abdya-Terangun Gayo Lues yang bermula dari laporan masyarakat. Berdasarkan laporan itu, pihaknya langsung bergerak ke lokasi dan menemukan satu unit truk berisi muatan getah pinus.

Menurut pengakuan pelaku, 110 karung getah pinus mereka dapatkan dari para petani pinus kawasan Desa Bukut Kecamatan Terangun dengan cara membeli seharga Rp.5.000-7.000/kg. Kemudian getah yang telah terkumpul itu akan dijual kembali ke PT JMI yang berada di Kabupaten Aceh Tengah dengan harga Rp.8.000/kg. atas perbuatan itu, para pelaku dijerat dengan pasal 130 ayat 2 Jo pasal 68 ayat 1 huruf f Qanun Aceh Nomor 7 tahun 2016 tentang kehutanan Aceh.

“Semua pelaku dalam tiga kasus ini sedang dalam pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya.(ag)

Pos terkait