Wali Nanggroe: Kepengurusan MAA Penting Dalam Lestarikan Adat

  • Whatsapp
Wali Nanggroe: Kepengurusan MAA Penting Dalam Lestarikan Adat
Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar

BANDA ACEH-Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, Selasa (3/5/2022) mengatakan, kepengurusan Majelis Adat Aceh (MAA) sangat penting sebagai langkah awal untuk melaksanakan upaya pelestarian, pengkajian dan pembinaan kehidupan adat di Aceh sampai pada tingkat gampong.

“Pelestarian dan pembinaan kehidupan adat serta seni merupakan peradaban yang kita jalani secara turun temurun. Masa dulu peradaban Aceh terkenal dengan adanya Qanun Meukuta Alam Al Asyi tahun 1630 masa Raja Iskandar Muda,” katanya.

Dikatakan, Qanun Meukuta Alam adalah tonggak sejarah kemajuan peradaban Aceh baik dalam bermasyarakat maupun hubungan dengan negara-negara lain di dunia.

Ditambahkan, pelestarian adat Aceh merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh semua pihak. Bahkan, jika merujuk terhadap perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dan pihak Gerakan Aceh Merdeka, salah satu butir perjanjian tersebut adalah mengamanatkan pelestarian adat Aceh.

“Ke depan diharapkan MAA dapat terus jadi lembaga yang melakukan pengkajian dan pelestarian adat Aceh. Bangun kerja sama dengan semua pihak dan berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi informasi dalam melestarikan adat,” imbuhnya.  (adv)

Pos terkait