Mengenal Wen MBO, Pengusaha dari Gayo di Kampung Teuku Umar

  • Whatsapp
FOTO : Wakil Bupati Bener Meriah Dailami (kiri) bersama pemilik Cafe T2 Meuligoe, Wen MBO (kanan) di Meulaboh, Selasa, 21 Juni 2022. (Riza M)

MEULABOH – Tidak boleh berputus asa, apa yang ingin digapai maka jangkau dengan penuh keyakinan. Dibalik itu juga, perlu menanamkan rasa optimis dalam pribadi sehingga mampu meraih apa yang dicita-citakan.

Barangkali demikian yang mungkin dapat disimpulkan dari kisah seorang pengusaha dari Negeri dataran tinggi Gayo di Negeri Teuku Umar, Meulaboh.

Wen MBO, seorang pengusaha yang terbilang sukses meniti karirnya di bidang perdagangan. Berawal dan berkutat sebagai penjual ayam potong, kini ia telah mampu membangun café dan restoran sesuai dengan keingin. Sebelum membangun usahanya yang baru di launching pada Selasa, 21 Juni 2022 kemarin, Wen sepenuhnya bergelut di bidang usaha menjual ayam potong sejak 2011.

Apa yang ditekuninya menjadi hasil yang sukses bagi diri dan keluarganya, karena hasil dari berdagang akhirnya mampu membangun café dan restoran sesuai dengan impian dan harapan yang ditanam oleh Wen. Kini Wen berhasil membangun satu restoran dan kafe di wilayah pahlawan nasional Teuku Umar atau Meulaboh.

Bertepatan dengan momentum berlangsungnya Pekan Olaharaga Pelajar Daerah Aceh (POPDA), Wen MBO atau Karmansyah Armija ini kemudian melaunching restoran dan café T2 Meuligoe pada Selasa, 21 Juni 2022 kemarin.

Pada launching tersebut, Wen MBO mengundang banyak teman saudara dan kenalan yang berada di beberapa titik di Aceh, termasuk orang nomor dua di Bener Meriah, Wakil Bupati Dailami yang mewakili wilayah tengah Aceh. Waktu itu Dailami beserta rombongan didampingi tokoh-tokoh pengusaha muda lainnya dari dataran tinggi Gayo, termasuk di dalamnya menantu wakil Bupati Aceh Barat.

Wen MBO, pemilik Cafe T2 Meuligoe di Meulaboh, Aceh Barat.

Selain wakil Bupati Dailami, Wen juga mengundang perwakilan Aceh Utara mewakili beberapa kabupaten/kota kearah perbatasan Aceh-Sumatera, dan tentunya Aceh Barat di kafe tersebut.

Wen beralasan, kesemuanya diundang lantaran karena memang momentumnya dinilai tepat karena di Aceh Barat sedang ada event besar se-Aceh. Para pimpinan kabupaten/kota se-Aceh diundang Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk mengikuti pembukaan POPDA ke-16 di GOS Meulaboh, termasuk wakil Bupati Bener Meriah, Dailami. Waktu itu kehadiran Dailami di Meulaboh karena selesai mengikuti pembukaan POPDA Aceh ke-16 di GOS Meulaboh pada Senin, 20 Juni lalu.

“Awalnya saya memang penjual ayam potong. Saat itu memang sebagai pemasok di rumah makan-makan termasuk kafe saat ini dulunya ayamnya dari saya,” kata Wen disela-sela launching restorannya tersebut.

Wen mengisahkan, dirinya sudah berada di Meulaboh sejak 2008 lalu. Selama berada di wilayah Teuku Umar ini, ia memang memiliki mimpi untuk membangun suatu usaha yang mampu meningkatkan nilai ekonomi. Akhirnya dirinya mengawalinya dengan menjual ayam potong dan memasok ke beberapa warung makanan di Meulaboh selama beberapa tahun lamanya.

Karena dinilai sudah berkembang, akhirnya ia mewacanakan membuka kafe dan warung makanan di daerah asalnya di Desa Hakim Wih Ilang, Kecamatan Bandar Kabupaten Meriah.

“Namun karena masih adanya kendala, sehingga belum kita buka dulu di kampung halaman, jadi kita fokus di Meulaboh dulu,” ujar pria 40 tahun itu.

Win menjelaskan, T2 Meuligoe memiliki arti yang berharga bagi diri dan keluarganya. T2 adalah singkatan anak-anaknya yakni “Tari” dan “Tirta”. Sementara Meuligoe adalah brand usaha milik saudara Win yang ada di Meulaboh dan wilayah lainnya.

“Dengan dukungan dan bantuan keluarga Meuligoe inilah sehingga usaha ini dapat berdiri,” kata Wen didampingi Riza Mustika atau akrab disapa Riza Batin.

Menurut sudut pandang Win MBO, dirinya tertarik di bidang kuliner karena dirinya menilai dibidang ini tampak memiliki peluang usaha yang besar, hal itu karena saat ini sedang hits dan digemari.

“Saya melihat bidang kuliner sedang maju-majunya termasuk di Aceh Barat. Masyarakat lagi hitsnya makan-makan dan hal-hal yang baru, dan di Aceh Barat saat ini sedang menjadi center dari luar atau banyak orang masuk kemari, karena jalan lintasan ke barat selatan,” tambah Win.

Sehingga otomatis, lanjutnya, di bagian barat selatan pusat berteduhnya yakni di Meulaboh ini. Dari itu dinilai prospeknya begitu menarik perhatian, sehingga cocok dijadikan bagian dari usaha yang kita bangun ini.

“Alhamdulillah ada. Dengan adanya ini, setidaknya telah menjadi rantai penyambung hidup,” ujarnya Wen.

Dari itu, Wen kemudian mencari dan menunggu waktu yang tepat. “Awalnya tempat ini merupakan milik saudara, karena saudara tadi sudah memiliki banyak cabang, sehingga tidak lagi terkoordinir. Kemudian ia tawarkan kepada saya. Setelah musyawarah dengan keluarga, akhirnya kami ambil,” ucap Wen MBO.

Alhamdulillah cocok, lanjutnya, dan kebetulan orang rumah pun sangat cocok dan sesuai dengan tempat atau penyalur hobinya yang berkecimpung di dunia masak-memasak. “Menu andalannya tentu yang belum ada di Meulaboh ini,” tambah Win.

“Seperti ayam kalasan. Ayam kalasan ini hanya ada di Lhokseumawe dan kita buka di Meulaboh ini,” kata Win.

Salah satu menu saat launching Cafe T2 Meuligoe. (FA)

Win mengajak, bagi masyarakat yang pergi ke Meulaboh agar tidak lupa menyinggahi T2 meskipun hanya sekedar silaturrahmi.

“Untuk kopi kita produksi sendiri, yaitu kopi Arabika Gayo yang berasal dari asalnya dari dataran tinggi Gayo sehingga mendapatkan rasa yang benar-benar rasa kopi Gayo. Untuk pengolahannya juga kita sendiri, dan baristanya juga kita sediakan barista yang mumpuni di bidangnya. Karena telah bersertifikat,” tambahnya.

Target ke depan, kata Win, jika melihat perkembangan di Meulaboh ini, omset untuk maju dan berkembang cukup besar makanya kita buka usaha kuliner ini.

Suatu saat nanti, Wen MBO berencana balik ke kampung halaman untuk mengembangkan usahanya itu di Aceh Tengah atau di Bener Meriah.

“Saya yakin bisa, karena di kampung orang bisa kenapa di kampung kita tidak bisa,” katanya.

Menyikapi kuliner ini, secara umum Win menyampaikan bahwa dengan membangun usaha harus ditanam dengan rasa optimis dan mengingat kebutuhan-kebutuhan yang semakin mahal, persaingan semakin berat dan “kita carilah peluang yang mana yang lebih menjanjikan. Ada peluang jangan kita biarkan terbengkalai dan kita jajaki,” tutupnya.

Sebagai informasi, Cafe T2 Meuligoe tidak terlalu jauh dari pusat masjid Raya Baitul Makmur Meulaboh, Aceh Barat ini. Bisa disebut, jaraknya hanya sekitar 200 meter dari jalan nasional Nagan Raya-Banda Aceh, tepat di sebelah kanan. (FA)





Pos terkait