Proses Rehab, Layanan Rawat Inap Puskesmas Manggeng Dialihkan

  • Whatsapp
Proses Rehab, Layanan Rawat Inap Puskesmas Manggeng Dialihkan
Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Safliati SST MKes

BLANGPIDIE-Layanan rawat inap di Puskesmas Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dialihkan ke Puskesmas Rawat Inap Tangan-Tangan untuk sementara waktu. Pengalihan layanan rawat inap itu sehubungan dengan bangunan rawat inap Puskesmas Manggeng dilakukan proses rehabilitasi.

Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Safliati SST MKes, Selasa (2/8/2022) membenarkan terkait adanya proses pengalihan layanan rawat inap di Puskesmas Manggeng. Hal itu disebabkan adanya proses rehabilitasi gedung rawat inap Puskesmas Manggeng yang dinilai sudah tidak layak dan kurang mendukung proses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Pengerjaan rehabilitasi bangunan rawat inap itu bersumber dari anggaran dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun 2022 dengan besaran anggaran mencapai Rp. 1,2 miliar lebih yang dikerjakan oleh CV Pesisir Indah selaku pihak rekanan selama 150 hari kalender.

“Dalam paket pengerjaan ini, selain merehab ruang rawat inap pasien, juga membangun koridor menuju ruang rawat inap,” ujarnya.

Dijelaskan, layanan rawat inap merupakan pelayanan kesehatan perorangan, yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, keperawatan, rahabilitasi medik, dengan menginap di ruang rawat inap pada sarana kesehatan rumah sakit maupun Puskesmas dengan alasan medik penderita harus menginap. Atas dasar itu, kondisi ruang rawat inap yang layak juga menjadi penentu baiknya mutu layanan kesehatan yang sesuai dengan standar pelayanan minimum.

Untuk proses layanan kasehatan rawat jalan tetap berlaku seperti biasa, bahkan fungsi instalasi gawat darurat (IGD) tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hanya saja ruang rawat inapnya yang harus dialihkan sementara waktu hingga proses pengerjaan tuntas dilakukan.

“Puskesmas rawat inap ini memiliki fungsi sesuai dengan tugasnya yaitu pelayanan,pembinaan dan pengembangan, dengan penekanan pada fungsi, pada kegiatan yang bersifat preventif, promotif, dan fungsi rehabilitative. Kemudian memiliki fungsi yang berorientasi pada kegiatan teknis terkait instalasi perawatan pasien sakit, instalasi oba, instalasi gizi, dan instalasi umum. Juga fungsi yang lebih berorientasi pada kegiatan yang bersifat kuratif. Maka dari itu, sarana dan prasarana pendukung juga harus lebih baik, sehingga layanan kesehatan kepada masyarakat tetap optimal,” terangnya.

Terkait adanya pengalihan layanan rawat inap tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan unsur pimpinan dan telah disampaikan kepada kalangan masyarakat, khususnya dalam wilayah Kecamatan Manggeng, agar masyarakat dapat memahami kondisi saat ini. Jika pengerjaan telah usai, layanan rawat inap akan kembali seperti semula.(ag)





Pos terkait