Generasi Muda Aceh Harus Jadi Pelopor dan Mampu Memajukan Peradaban Aceh

  • Whatsapp

LHOKSEUMAWE – Untuk melestarikan adat istiadat Aceh, generasi muda Aceh harus menjadi pelopor dalam memajukan peradaban Aceh. Hal itu penting untuk diperhatikan, agar adat warisan endatu yang telah dibuat dengan baik itu, tidak tergerus oleh pengaruh perkembangan zaman.

Demikian disampaikan Usfah Herlinda, S.E.,MM yang mewakili Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh Darmansah, S.E, MM dalam acara pembukaan Pembinaan Pemuda Pelopor Adat Angkatan II di Lido Graha Hotel – Lhokseumawe. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 30 Peserta dari Kabupaten Aceh Utara.

Pelatihan Pemuda Pelopor Adat merupakan upaya membentengi generasi muda Aceh dari infiltrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan adat itiadat Aceh yang dikenal sangat religious – Islamis – bermartabat dan Meuadab dalam upaya membangun karakter bangsa dengan visi ke-Acehan yang bermartabat dan Meuadab.

Dengan adanya pelatihan bagi pemudah pelopor adat ini, sehingga kedepan Generasi Muda Aceh dapat memahami tradisi leluhur, adat istiadat, yang saat ini dikenal dengan kearifan lokal yang bertahan sejak zaman leluhur hingga saat ini.

Pembinaan Pemuda Pelopor Adat Angkatan II mengambil tema Melalui Generasi Muda Kita Tingkatkan Kualitas Adat/Adat Istiadat Menuju Aceh yang bermartabat dan Meuadab diharapkan mampu memajukan peradaban bangsa Aceh yang sudah terkenal maju sejak zaman dulu kala.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua I Majelis Adat Aceh, Tgk. Yusdedi  mengharapkan  peran serta masyarat Adat dalam memajukan kebudayaan Aceh yang mencerahkan serta mendidik generasi muda Aceh untuk memahami tradisi adat Aceh yang beragam.

Dia mengatakan, dengan adanya pemahaman tentang adat yang bernilai islam di Aceh, sehingga melahirkan pribadi-pribadi yang religius, demokrat, nasionalis, Inovatif, dan menghargai keberagaman yang ada di Aceh.

Kita mengharapkan anak-anak Aceh menjadi pemimpin Bangsa kedepan, maka harus kita persiapkan mentalitas, kepeloporan, kepemimpinan, yang memiliki daya tahan yang teruji dalam membangun bangsa dengan karakteristik kecacehan yang sangat religius.

Dalam acara pembukaan dihadiri oleh Ketua MAA Lhokseumawe Tgk. Muhammad Djalil Hasan, Ketua MAA Aceh Utara Tgk. H. Usman, Pengurus MAA Aceh, Saidi Nur dan Ismi, serta Unsur Panitia, Atiqah, SE, Nurdin Kiran, S.Pd., Iskandar Hasibuan, Dedi Lisa Putra dan Muhammad Zul Afkar. (adv)

Pos terkait