Harga TBS di Abdya Mulai Naik

  • Whatsapp
Harga TBS di Abdya Mulai Naik
Ilustrasi

BLANGPIDIE-Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) perlahan mulai naik dan menggembirakan kalangan petani. Kenaikan harga secara perlahan itu tentunya membawa angin segar bagi mereka.

Yusran agen pengepul sawit di Kecamatan Babahrot, Rabu (10/8/2022) mengatakan, harga TBS sawit mulai naik secara perlahan yakni Rp.1.250/kg di tingkat petani. Sebelumnya harga sawit di tingkat petani hanya Rp.1.100/kg.

“Memang kenaikan harganya tidak terlalu tinggi, tapi paling tidak ada peningkatan harga yang dapat memberikan semangat para petani sawit di Abdya,” katanya.

Meski terjadi perubahan harga, akan tetapi harga itu masih jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan harga sawit beberapa bulan sebelumnya, yakni per kilogramnya bisa mencapai Rp2.600. Dengan kondisi saat itu, petani dapat lebih mudah dalam mengelola kebun mereka serta memperoleh keuntungan yang cukup guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun semenjak harga sawit secara terus menurus anjlok hingga mencapai harga terendah, banyak kesulitan yang dialami petani, mulai dari kendala biaya perawatan tanaman, biaya panen dan lainnya. Bahkan ada petani yang nekat menjual perkebunan mereka, lantaran terkendala dengan biaya dimaksud. Sementara keuntungan dari menjual sawit disaat itu sangatlah terbatas dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan petani.

Hal senada juga disampaikan Dirman petani sawit di Kecamatan Kuala Batee. Kenaikan harga di tingkat agen pengepul itu masih terlalu rendah. Akan tetapi kenaikan yang sekecil itu juga menjadi sebuah pengharapan dan motivasi bagi petani sawit. Bahkan keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan belum sepenuhnya mampu menutupi biaya perawatan tanaman.

“Memang kondisi harga sawit saat ini belum menyentuh harga normal, namun setidaknya kenaikan harga tersebut telah membangkitkan semangat kerja para petani untuk tetap menggarap lahan perkebunannya,” paparnya.

Ditambahkan, jika harga normal sawit kembali terjadi, diperkirakan para pertani di daerah itu akan menerima keuntungan yang layak karena antara biaya yang dikeluarkan untuk perawatan dan panen sawit seimbang dengan pendapatan yang diterima.

Dia berharap, kenaikan harga bisa membawa angin segar bagi kalangan petani sawit, apalagi di Abdya telah hadir dua pabrik kelapa sawit (PKS) yang siap menampung hasil panen petani sawit.

“Persoalan inilah yang selalu dihadapi oleh petani sawit. Meskipun dalam 1ha hasilnya mencapai 900kg bahkan lebih, hal itu tetap saja belum mampu mensejahterahkan petani, lantaran harga jual sawit yang masih jauh dari harga normal. Kami berharap harga sawit terus meningkat hingga mencapai harga normal,” harapnya.(ag)

Pos terkait