Penyalahgunaan Narkoba di Abdya Meresahkan

  • Whatsapp
Penyalahgunaan Narkoba di Abdya Meresahkan
Foto: analisisnews.com/agus s KETERANGAN PERS: Kapolres Abdya, AKBP Dhani Catra SH SIK MH didampingi Wakapolres Kompol Muhayat Effendi SH MH dan Kasat Resnarkoba, Ipda Hengki Harianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan kasus penyalahgunaan narkoba, Kamis (18/8/2022).

BLANGPIDIE-Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya), AKBP Dhani Catra SH SIK MH menyebutkan, kasus penyalahgunaan narkoba di kabupaten dengan 9 kecamatan dan 152 desa itu sangat meresahkan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan pers terkait capaian penanganan kasus narkoba sepanjang tahun 2021 dan 2022 di Mapolres setempat, Kamis (18/8/2022).

Ditahun 2021 Satres Narkoba Polres Abdya berhasil menanangani sebanyak 33 kasus narkoba dengan 40 tersangka dan barang bukti sabu seberat 108 gram dan ganja 1,512 gram. Kemudian di tahun 2022, pihaknya baru menangani 20 kasus dan 25 tersangka dengan barang bukti sabu 32,77 gram dan ganja 1,051 gram.

“Jumlah barang buktinya memang tidak banyak, namun dampak buruknya bagi generasi Abdya sangat besar. Hal ini yang membuat masyarakat resah, dan hal ini pula yang terus kami berantas sehingga diperlukan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya didampaingi Wakapolres Kompol Muhayat Effendi SH MH dan Kasat Resnarkoba, Ipda Hengki Harianto.

Menurutnya, penyakit sosial dan kejahatan narkoba ini mengancam masa depan generasi muda, bisa menimbulkan kegelapan masa depan negeri. Oleh karena itu, tiada pilihan lain, kecuali seluruh masyarakat Abdya bersatu padu, bersama-sama mencegah dan mengatasi penyakit sosial dan kejahatan yang berhubungan dengan narkoba ini. Tentu harus melakukan langkah-langkah terpadu, total dan terus-menerus di seluruh wilayah dan bekerja bersama dengan semua pihak, untuk betul-betul bisa mengatasi masalah besar ini.

“Jika telah kecanduan narkoba, tentu akan berimbas ke tindakan kejahatan lainnya seperti, pencurian, perampokan atau sejenisnya untuk memenuhi kebutuhan sabu,” paparnya.

Ditambahkan, bupati beberapa waktu lalu telah menyebutkan jika tingkat penyalahgunaan narkoba di Abdya mulai mengkhawatirkan, meskipun pihak kepolisian telah bekerja sangat keras. Hasilnya nyata, tetapi ancaman ini jauh lebih besar. Sebab 1 gram sabu saja bisa digunakan oleh 5 orang. Apalagi dalam jumlah besar, berapa pula jumlah warga yang menjadi korban.

“Satu-satunya cara adalah kepedulian, partisipasi dan konstribusi dari masyarakat semuanya,” imbuhnya.

Berbicara tentang masa depan berarti berbicara generasi muda. Yang disebut bangsa atau generasi muda yang handal adalah mereka yang memiliki mental dan kepribadian yang baik. Yang kedua, adalah mereka yang sehat jasmani dan rohani, yang ketiga mereka yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga berdaya saing dan produktif. Kemudian yang keempat adalah mereka yang memiliki rasa persaudaraan, harmoni dan toleransi yang tinggi satu sama lain. Apabila karakter seperti itu melekat pada sebuah bangsa, bangsa itu akan maju. Tetapi jika generasi muda memiliki ketergantuangan dengan narkoba, tentu akan merusak bangsa.

“Namun yang paling utama dibutuhkan adalah kerja sama dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat Abdya agar penyalahgunaan semakin berkurang,” pungkasnya. (ag)

Pos terkait