Puluhan Guru Alquran Ikuti Pelatihan di Dayah Nurul Fikri

  • Whatsapp
Puluhan Guru Alquran Ikuti Pelatihan di Dayah Nurul Fikri
Foto:analisisnews.com/istimewa MAGANG: Dayah Nurul Fikri Aceh menampung pemondokan para peserta magang guru Alquran yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Minggu (13/11/2022)

ACEH BESAR-Sekitar 98 guru Alquran dari 23 kabupaten/kota dalam Provinsi Aceh mengikuti pelatihan dan magang di Dayah Nurul Fikri Aceh Desa Lhang, Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar.

Pimpinan Dayah Nurul Fikri Aceh Tgk H Afrial Hidayat, Lc MA melalui siaran pers kepada wartawan, Minggu (13/11/2022), menjelaskan kegiatan tersebut bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk melaksanakan kegiatan pelatihan dan magang guru Alquran tingkat Provinsi Aceh tahun 2022 yang diikuti puluhan utusan dari berbagai daerah di Aceh.

“Pelatihan ini dimulai sejak Minggu, 13 November 2022 hingga satu bulan kedepan yang bertempat di Dayah Nurul Fikri Aceh,” katanya.

Kegiatan ini diikuti 98 peserta yang berasal dari 23 kabupaten/kota yang direkomendasikan oleh Dayah, Lembaga Alquran dan Ormas Islam. Kegiatan tersebut langsung di buka oleh Kadis Pendidikan Dayah Aceh yang diwakili Irwan, SHI MSi selaku Kabid Pembinaan Santri Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

“Kita berharap kepada seluruh peserta disaat kembali ke daerahnya masing-masing, dapat menjadi contoh atau ketika dicoba untuk menjadi imam akan lebih mampu,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan ribuan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang sudah membantu dan memberikan kepercayaan kepada Dayah Nurul Fikri sebagai pusat pemondokan bagi peserta pelatihan dan magang guru Alquran se-Provinsi Aceh tahun 2022 kali ini.

Pemerintah Aceh dalam hal ini dibawah naungan Dinas Pendidikan Dayah Aceh sangat perhatian terhadap dayah-dayah yang berada di Aceh termasuk Dayah Tahfizh Alquran. Sehingga terwujudlah kegiatan pelatihan dan magang guru Alquran se-Provinsi Aceh yang berlokasi di Dayah Nurul Fikri Aceh. Kegiatan pelatihan ini mempunyai target tersendiri, yaitu bertambahnya hafalan guru Tahfizh Alquran dan juga materi-materi pengembangan serta metode dalam pengajaran Alquran.

“Semoga nantinya para peserta bisa kembali ke dayah masing-masing di 23 kabupaten/kota dan bisa bermanfaat untuk masyarakat tempat mereka berasal,” harapnya. (ag)

Pos terkait