Pemerintah Diminta Serius Perhatikan Kesejahteraan Guru

  • Whatsapp
Pemerintah Diminta Serius Perhatikan Kesejahteraan Guru
Ketua Kobar-GB Abdya, Rusli SPd

BLANGPIDIE-Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Aceh Barat Daya (Abdya) meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan guru, terlebih peran guru dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang handal tidak perlu diragukan lagi. Hal itu disampaikan Ketua Kobar-GB Abdya, Rusli SPd kepada wartawan Jumat (25/11/2022).

“Dalam momentum peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2022 yang merupakan organisasi propesi guru, kami mengharapkan pemerintah serius memperhatikan kesejahteraan guru,” ujarnya.

Dia juga mengharapkan Pemkab Abdya maupun pemerintah Propinsi Aceh segera merealisasikan komitmen untuk memberikan kesejahteraan yang merata kepada seluruh guru, dan sudah menjadi kewajiban negara untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi para guru.

Seperti halnya guru non aparatur sipil negara (ASN) yang berstatus honorer, mereka menerima upah jerih tidak seberapa dan tidak sebanding dengan lelahnya dalam mendidik calon generasi penerus bangsa.

“Apa lagi guru honorer yang tidak seberapa menerima upah jerih. Tapi jerih payah mereka yang patut kita sayangkan, mereka menerima upah jerih jauh dari upah minimum bahkan 4-5 bulan belum tentu dibayar. Dihari peringatan HGN ini, pemerintah harus benar-benar fokus untuk guru bukan kepetingan yang lainnya. Harapan kami kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya, agar memberikan perhatian kepada mereka yang honorer.  Jika guru sudah sejahtera, pasti mereka tidak membuat laporan kepada organisasi profesi maupun ke pihak lain,” pungkasnya.

Semoga pemerintah baik pusat dan daerah lebih memperhatikan para guru honorer yang sudah jelas mengabdi untuk kemajuan pendidikan di daerah. Jasa para guru honorer sangat luar biasa dan harus diapresiasi oleh pemerintah. Kedepannya Kobar-GB akan terus mengawal setiap kebijakan pemerintah terkait guru, khususnya di Abdya. Sehingga nasib para guru, terutama yang berstatus honorer tidak selalu terabaikan. (ag)

Pos terkait