Terdakwa Kasus Tokopika Divonis 5 Tahun Kurungan

Terdakwa Kasus Tokopika Divonis 5 Tahun Kurungan
Kasi Pidsus, Riki Guswandri SH

BLANGPIDIE-Dua terdakwa kasus korupsi pembangunan Aplikasi Sistem Informasi Terpadu Industri Kreatif Aceh Barat Daya (Tokopika ) divonis 5 tahun kurungan karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Abdya, Heru Widjatmiko SH MH melalui Kasi Pidsus, Riki Guswandri SH, Jumat (3/2/2023) mengatakan kedua terdakwa tersebut yakni Muhammad Syaifuddin bin Abdullah (27) selaku rekanan atau Direktur PT Karya Generus Bangsa divonis 5 tahun penjara denda Rp.50 juta.Disamping denda, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp.627 juta dalam waktu paling lama satu bulan setelah keputusan ditetapkan. Jika tidak, maka harta benda akan disita dan jika tidak cukup maka diganti dengan kurungan penjara selama enam bulan. Begitu juga denda Rp50 juta. Jika tidak dibayar diganti satu bulan penjara.

Terdakwa kedua yaitu Khazali KH Bin Khalidin (52) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan (DiskopUKMperindag) Abdya juga divonis 5 tahun penjara. Dendanya sama yakni Rp.50 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti satu bulan penjara. Terdakwa ini tidak dibebankan uang pengganti sebagaimana terdakwa pertama.

Dijelaskan, kedua terdakwa tersebut dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 huruf a, b, ayat (2), ayat (3) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  Jo Pasal 55 Ayat (1) ke -1 KUHPidana.

“Vonis hakim Tipikor terhadap kedua terdakwa tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa 6,6 bulan penjara denda Rp.200 juta dan diwajibkan membayar uang penganti Rp.627 juta bagi rekanan. Begitu juga terhadap Khazali dituntut 6 tahun penjara, divonis hakim 5 tahun, denda Rp.50 juta dan untuk terdakwa ini tidak dibebankan uang penganti,” terangnya. (ag)