BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh Lakukan Monitoring dan Evaluasi Mutu Layanan

BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh Lakukan Monitoring dan Evaluasi Mutu Layanan
Foto: analisisnews.com/agus s MONITORING: BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh, Kamis (9/3/2023) melakukan monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut komitmen PKS tahun 2023 di RSUDTP Abdya.

BLANGPIDIE- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Meulaboh, Kamis (9/3/2023) melakukan monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut komitmen perjanjian kerjasama (PKS) tahun 2023 di Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Peukan (RSUDTP) Aceh Barat Daya (Abdya).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh, Meri Lestari S.Farm. Apt.MKes. AAK mengatakan, monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut komitmen PKS dilakukan sebagai upaya memastikan pelayanan yang bermutu dan pembiayaan efektif peserta JKN di Faskes yang melayani peserta JKN.

Dihadapan Direktur RSUDTP Abdya, dr Ismail Muhammad SpB, Kepala BPJS Kesehatan Abdya Samsul Kamar serta para pejabat dijajaran RSUDTP Abdya dia menjelaskan berbagai upaya dalam peningkatan mutu dan efektifitas program JKN serta utilisasi review triwulan I tahun 2023.

Menurutnya, upaya perbaikan pelayanan kesehatan di tingkat rujukan menjadi salah satu prioritas Kementerian Kesehatan dalam transformasi kesehatan.  Perbaikan layanan juga dilakukan terhadap fasilitas pendukung lainnya seperti parkir, taman, toilet, ruang tunggu, dan lain sebagainya. Perbaikan dan standardisasi juga dilakukan terhadap waktu pelayanan pasien, upaya mengurangi jumlah penanganan keluhan pasien, kepatuhan jam kerja untuk tenaga kesehatan, penerapan standar rilis dan digitalisasi sistem administrasi serta pelayanan yang terintegrasi. Ini adalah bagian penting untuk meningkatkan kualitas rumah sakit.

Peningkatan mutu melalui kerjasama dengan institusi global juga sudah dilaksanakan. Peningkatan mutu dan kualitas rumah sakit tidak hanya dilakukan untuk kemampuan layanan kesehatan, tetapi juga dilakukan terhadap kemampuan manajemen rumah sakit.

“Upaya perbaikan yang telah dilakukan diantaranya digitalisasi proses pengajuan kerjasama, transparansi proses pengajuan kerjasama Faskes, transparansi hasil analisis kebutuhan Faskes, transparansi kebutuhan Faskes dan elektronik kontrak,” paparnya.

Dilain sisi, Yogie Ramadhani selaku IT Helpdesk BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh dalam kesempatan itu memaparkan tentang monev implementasi antrean online di RSUDTP Abdya. Salah satu review indikator kepatuhan FKRTL yaitu pemanfaatan sistem antrean online BPJS Kesehatan dilihat dari angka total kunjungan langsung di FKRTL. Optimalnya implementasi antrean online tentunya dapat berimbas terhadap kepuasan peserta karena dapat memudahkan peserta dalam mendapatkan kepastian waktu layanan di FKRTL dan memitigasi penumpukan peserta yang berakibat pada risiko kesehatan yang lebih parah. Peserta juga dapat memilih dokter yang memberikan pelayanan. Pencapaian hal tersebut tentunya membutuhkan peran aktif dari semua pihak terkait.

Sistem antrean online merupakan salah satu layanan digital yang dapat memudahkan peserta JKN di FKTRL, berharap sistem ini dapat berjalan dengan optimal demi meningkatkan kualitas mutu layanan di FKRTL khususnya di RSUDTP Abdya. (ag)