Julinardi Dukung Kelanjutan Pembangunan Pasar Modern

Julinardi Dukung Kelanjutan Pembangunan Pasar Modern
Anggota DPRK Abdya, Julinardi

BLANGPIDIE-Anngota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) Julinardi Jumat (5/5/2023) mendukung upaya Pemkab setempat dalam melanjutkan proses pembangunan Pasar Modern yang sempat mangkrak selama tujuh tahun. Dia menilai, upaya melanjutkan proses pembangunan pasar yang berlokasi di Desa Keude Siblah Kecamatan Blangpidie tentu akan memberikan dampak positif bagi geliat perekonomian masyarakat.

“Dengan terbangunnya Pasar Modern ini geliat ekonomi masyarakat semakin hidup dengan adanya perputaran uang di Abdya, terserapnya tenaga kerja termasuk menambah pendapatan asli daerah (PAD),” paparnya.

Namun paling penting dilakukan adalah, segala proses kelanjutannya haruslah terbebas dari persoalan hukum, sehingga keinginan masyarakat untuk mendapatkan pasar yang lebih dan nyaman tidak gagal untuk kedua kalinya. Kelengkapan administrasinya harus benar-benar lengkap, karena seperti diketahui proses pembangunan pasar dimaksud pernah tersandung persoalan hukum yang menyebabkan pembangunannya harus dihentikan.

“Dulu pembangunan Pasar Modern itu dikerjakan PT Proteknika Jasa Pratama dengan nomor kontrak: 602/01/KONTRAK-CK/PU/2016 tanggal 29 Februari 2016 dan anggarannya sebesar Rp58,68 mi­liar dari dana Otonomi Khusus (Otsus) APBK 2016 dan 2017, dengan sistem tahun jamak (multiyears). Namun lantaran bermasalah, sehingga akhirnya dihentikan. Kami menginginkan, kejadian serupa tidak terulang lagi dan pasar itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Abdya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Pemkab Abdya dalam waktu dekat akan melanjutkan kembali pembangunan Pasar Modern yang sempat terhenti selama 7 tahun terakhir. Hal itu disampaikan Pj Bupati Abdya, H Darmansah SPd MM saat meninjau lokasi Pasar Modern yang berlokasi di kawasan Keude Siblah Kecamatan Blangpidie, Rabu (3/5/2023) sore.

Bahkan, proses kelanjutan pekerjaan Pasar Modern ini dalam dua pekan ke depan akan dilelang, atau bisa jadi bisa lebih cepat karena tinggal menunggu pengesahan akhir dari Review FS (Fesibility Study)  yang sedang dikerjakan oleh pihak Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.(ag)