Pj Bupati: Terkait Abrasi Kedai Palak Kerambil Pemkab Abdya Tidak Tinggal Diam

BLANGPIDIE-Pj Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), H Darmansah SPd MM, Senin (25/9/2023) menegaskan pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat tidak tinggal diam dalam menangani persoalan abrasi di pesisir Desa Kedai Palak Kerambil Kecamatan Susoh. Bahkan ditahun pertama dia menjabat sebagai Pj Bupati telah mendatangi langsung pihak Balai Wilayah Sungai Sumber Daya Air Provinsi Aceh didampingi Ketua DPRK Abdya, Nurdianto, Anggota DPRK Zulkarnaini, Sekda Abdya Salman Alfarisi guna mengupayakan pembangunan tanggul pemecah ombak.
“Waktu itu kami bermohon agar dapat dibangun tanggul pemecah ombak secara permanen. Sebab hal itu merupakan kewenangan pihak balai, namun mereka beralasan belum ada Amdal. Kami menawarkan agar Amdal dibuat oleh kabupaten, mereka mengatakan tidak cukup waktu. Intinya upaya itu sudah setahun lalu kami lakukan, dan sekarang abrasi itu terjadi lagi. Anggota DPR RI Irmawan juga pernah menyampaikan akan mengupayakan pembangunan tanggul itu, namun belum juga terealisasi. Kita tunggu janji tersebut dan kita dukung sepenuhnya serta Pemkab Abdya sangat mengapresiasi upaya itu,”terangnya.
Ditambakan, Pj Bupati Abdya mengharapkan keseriusan pihak Balai Wilayah Sungai Sumber Daya Air Provinsi Aceh, sebab permohonan yang disampaikan itu telah setahun berjalan. Bahkan dia merasa kecewa lantaran hingga saat ini belum ada sinyal positif terhadap kepastian pembangunan tanggul pemecah ombak dimaksud. Terlebih pembangunan tanggul ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi dan pusat. Jika hal itu merupakan kewenangan Pemkab Abdya, tentu telah diupayakan pembangunannya melalui anggaran daerah.
“Pemkab Abdya dalam hal ini masyarakat masih terus berharap agar tanggul itu bisa dibangun di tahun 2024 mendatang. Kami juga tidak tinggal diam mengenai abrasi ini, upaya demi upaya terus kami lakukan, salah satunya dengan mendatangi pihak balai bersama dengan Ketua DPRK juga pak Zulkarnaini. Pak Zulkarnaini memang paling sering menyuarakan terkait penanganan abrasi ini. Masyarakat tentunya sangat mengharapkan realisasi pembangunan tanggul itu sesuai dengan janji yang pernah disampaikan Pak Irmawan selaku Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beberapa waktu lalu,” paparnya.
Lebih lanjut dikatakan, hadirnya Pj Bupati ke lokasi abrasi tersebut juga dalam upaya memberikan dukungan kepada masyarakat, bahu-membahu dalam membangun tanggul sementara, setidaknya pesisir ini bisa lebih aman dari bahaya abrasi. Dia menyampaikan ucapan terimakasih kepada Zulkarnaini yang sangat bersemangat dalam membantu masyarakat Kedai Palak Kerambil juga Anggota DPR RI Irmawan yang telah berulang kali turun ke lokasi serta mengupayakan penanganan abrasi ini 
Sementara itu, Anggota DPRK Abdya Zulkarnaini mengatakan, terkait persoalan abrasi ini dia berharap semua sektor bisa ikut andil. Sebab dalam penanganan abrasi dimaksud tidak mengedepankan politik melainkan, namun yang dikedepankan adalah tanggungjawab bersama. Pembagunan tanggul sementara dari karung pasir (geobag) ini merupakan salah satu upaya dalam merespos keluhan masyarakat yang menjad korban abrasi sambil menunggu pembangunan tanggul secara permanen di tahun 2024 mendatang.
Untuk pembagunan tanggul pemecah ombak secara permanen memang telah berjalan prosesnya. Bahkan dokumen Detail Engineering Design (DED) termasuk dokumen upaya pengelolaan lingkungan-upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL) serta anggarannya telah rampung disiapkan.
“Sama-sama kita pastikan 2024 agar pembangunan tanggul itu terealisasi, termasuk pak Pj Bupati Abdya. Tahap pertamanya kami usulkan 850 meter dalam bentuk anggaran tahun jamak. Yag penting tanggul itu dibangun dulu, dan masyarakat bisa aman dari ancaman abrasi. Kami akan kawal ini sampai tuntas,” tuturnya.
Sebelumnya, Anggota DPRK Abdya, Zulkarnaini mengaku kecewa dengan kurang responnya instansi terkait terhadap penggulangan abrasi secara sementara di lokasi tersebut. Padahal bantuan karung pasir (geobag)  telah ada di lokasi sebanyak 620 lembar. Namun pemasangan tanggul itu sempat terkendala, lantaran alat berat jenis excavator milik instansi dalam keadaan rusak. Mendapatkan kabar itu, dia langsung mengambil kebijakan dengan menghadirkan excavator milik swasta namun menggunakan biaya pribadi selama pengerjaan tanggul untuk mengantisipasi meluasnya ancaman abrasi di pesisir Desa Kedai Palak Kerambil.(ag)