KIP Abdya Ingatkan Masyarakat Tertib Dalam Memilih

KIP Abdya Ingatkan Masyarakat Tertib Dalam Memilih
Ketua KIP Abdya, Iswandi SH MH

BLANGPIDIE-Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat Daya (Abdya) mengingatkan masyarakat yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) untuk tertib disaat memberikan hak suara di tempat pemungutan suara (TPS).  Hal itu disampaikan Ketua KIP Abdya, Iswandi SH MH kepada wartawan Selasa (6/2/2024) mengingat pelaksanaan Pemilu yang tinggal menghitung hari namun harus tetap berasaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Diterangkan, tertib disaat memberikan hak suara di TPS sangat menentukan agar Pemilu tersebut berjalan denga lancar serta berkualitas.  Seperti pemilih datang tepat waktu ke TPS, mengikuti petunjuk yang diarahkan KPPS serta tidak membawa benda apapun ke dalam TPS saat hendak memberikan hak suara. Sebab untuk proses pencoblosan, penyelenggara telah menyiapkan alat pencoblosannya.

Kemudian, pemilih juga dilarang membawa telepon seluler ke dalam bilik suara saat hari pemungutan suara. Larangan membawa perangkat elektronik ini bertujuan agar pemilih tidak dapat memfoto dan merekam proses penggunaan hak pilih dalam Pemilu 2024. Larangan untuk tidak membawa telepon seluer tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilu. Larangan tersebut, akan disampaikan secara langsung oleh Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS masing-masing.

“Dalam Pasal 25 ayat (1), sebelum pemilih melakukan pemberian suara, Ketua KPPS nantinya akan mengingatkan dan melarang pemilih membawa telepon genggam dan/atau alat perekam gambar lainnya ke bilik suara. Dalam Pasal 28 PKPU Nomor 25 Tahun 2023 dijelaskan, pemilih tidak boleh mendokumentasikan hak pilihnya di bilik suara,” terangnya.

Selain itu, pemilih juga dilarang membubuhkan tulisan atau membuat catatan apa pun pada surat suara yang dibagikan. Sehingga surat suara harus tetap dalam keadaan bersih tanpa coretan apapun ketika dimasukan ke dalam kotak suara. Lebih lanjut dikatakan, dalam Pasal 364 UU Pemilu mengatur, pemilih yang dibantu adalah orang dengan kondisi disabilitas netra, disabilitas fisik dan halangan fisik lain. Pemilih dengan kondisi seperti itu perlu bantuan orang lain saat memberikan suaranya di TPS, tetapi dengan tetap berdasarkan permintaan sendiri.

“Intinya ikutilah arahan dan petunjuk yang disampaikan PPS dan KPPS agar proses pemilihan berjalan dengan lancer dan aman sesuai dengan harapan bersama,” pungkasnya. (ag)