Selama Ramadan, Semangka Banyak Diminati Warga

Selama Ramadan, Semangka Banyak Diminati Warga
Ilustrasi

BLANGPIDIE-Sejumlah pasar di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam beberapa pekan terakhir  mulai banyak menjajakan buah semangka. Tidak hanya di pasar dan tempat penjualan buah, semangka juga banyak diperjual belikan oleh para pedagang, baik secara berkeliling kampung juga dipinggiran jalan yang dianggap oleh pedagang sebagai lokasi strategis dan mudah dijangkau oleh pembeli.

Mijan, pedagang semangka di kawasan Blangpidie kepada wartawan Jumat (22/3/2024) mengatakan, buah semangka yang beredar saat ini di pasaran merupakan semangka hasil panen dari petani lokal dan semangka dari kabupaten tetangga seperti Aceh Selatan dan Nagan Raya. Selain dipasarkan di dalam daerah, buah tersebut juga dipasok ke sejumlah kabupaten/kota lain di Aceh.

“Meski pasokan banyak, harga buah semangka tetap mencapai harga Rp 5.000 per kg. Pembeli yang datang untuk membeli bukan hanya dari Abdya saja. Namun pembeli yang memburu semangka juga ada dari daerah lain,” ujarnya.

Ditambahkan, umumnya para petani semangka telah memasuki masa panen sepekan sebelum memasuki puasa Ramadan 1445 hijriah. Menurutnya, buah tersebut memang sengaja dipersiapkan para petani sejak awal masa tanam agar dapat dipanen pada bulan Ramadan. Mengingat kebutuhan semangka pada bulan Ramadan jauh lebih tinggi dari hari-hari biasa.

“Umumnya masyarakat Abdya dan sekitarnya lebih suka mengkonsumsi semangka di bulan puasa. Semangka dapat diolah menjadi beragam panganan berbuka, mulai dari jus semangka hingga es buah dalam bentuk lainnya, tergantung selera,” paparnya.

Jenis semangka yang ditanam oleh petani sangat variatif, mulai dari semangka kuning hingga semangka biasa berwarna merah biji dan nonbiji. Sedangkan semangka yang paling diminati pembeli yakni jenis semangka biasa yang berwarna merah dan semangka warna kuning.

Dia juga mengharapkan, agar konidisi tersebut tetap bertahan, serta kondisi cuaca  tetap seperti ini. Karena kalau hujan tanaman semangka sedikit mengalami kendala. Selain buah semangkanya kurang manis juga pembelinya menurun. Terkadang buah semangka yang masih belum dipanen banyak yang busuk karena terlalu lembabnya lahan, akibat guyuran hujan.

Abdya merupakan salah satu daerah penghasil buah-buahan terutama buah lokal. Buah lokal menjadi komoditas paling laris, karena selain mudah didapat harganya juga terjangkau, tidak seperti buah impor.  Ditambah lagi  masyarakat yang mengonsumsi buah impor sangat terbatas, hanya masyarakat kalangan menengah ke atas. Kalau buah lokal seperti semangka, pepaya atau mangga, harganya tidak terlalu mahal sehingga kalangan menengah ke bawah bisa menikmatinya. Di samping buah semangka, saat ini para pedagang juga banyak menjajakan timun suri, mangga hingga kelapa muda.

Rusli salah seorang pembeli mengaku, lebih mudah untuk mendapatkan buah semangka saat ini. Selain dapat dibeli dengan mudah, harga buah tersebut tidak terlalu tinggi dan terjangkau.

“Saya dan keluarga memang kerap mengkonsumsi buah ini, tidak hanya di bulan Ramadan, di bulan-bulan lain juga sering, apalagi jika cuaca sedang panas seperti sekarang,” pungkasnya.(ag)