Bea Cukai Langsa Berhasil Gagalkan Aktivitas Impor Ilegal

LANGSA – Bea Cukai Langsa bekerjasama dengan beberapa tim patroli dan satuan tugas lainnya berhasil menggagalkan kegiatan impor ilegal di Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (21/5/2024).

Dalam operasi gabungan melibatkan Tim Patroli Darat Kantor Wilayah DJBC Aceh, Tim Patroli Darat Kantor Bea Cukai Langsa, Satuan Tugas Patroli Laut BC 30002, Tim Patroli Laut BC 10030, serta Subdenpom IM/1-2 Langsa dan Subdenpom IM/1-6 Aceh Tamiang tersebut, petugas berhasil menyelamatkan penerimaan negara dan menjaga iklim persaingan usaha yang sehat dengan nilai estimasi sebesar Rp 3,6 miliar.

Bacaan Lainnya

Kepala Bea Cukai Langsa, Sulaiman dalam konferensi pers selasa (21/5/2024) mengatakan, Kronologis penindakan dimulai pada Rabu, 15 Mei 2024, ketika Tim Gabungan Bea Cukai Aceh mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai adanya rencana pemasukan barang impor ilegal menggunakan kapal cepat (High Speed Craft atau HSC) ke wilayah Aceh Tamiang.

“Informasi ini ditindaklanjuti dengan melakukan analisis dan koordinasi dengan Satuan Tugas Patroli Laut BC 30002. Selanjutnya, dibentuk Tim Patroli Laut BC 10030 dan Patroli Darat Gabungan dengan dukungan pengamanan dari Subdenpom IM/1-2 Langsa dan Subdenpom IM/1-6 Aceh Tamiang,” Ungkap Sulaiman.

Pada hari Kamis, 16 Mei 2024, sekitar pukul 05.00 WIB, pada saat melakukan patroli laut di perairan Aceh Tamiang, Satuan Tugas Patroli Laut BC 30002 menginformasikan kepada Tim Patroli Laut BC 10030 bahwa terdapat HSC yang melaju kencang memasuki Alur Pantai Kermak.

Tim Patroli Laut BC 10030 melakukan pengejaran dan pencarian ke dalam alur sungai. Pukul 10.00 WIB, Tim Patroli Laut BC 10030 berhasil menemukan dan melakukan penindakan terhadap HSC tersebut di alur sungai sekitar Desa Bandar Khalifah yang telah ditinggalkan oleh awak kapalnya.

Tim gabungan berhasil melakukan penindakan tersebut, tim berhasil mengamankan berbagai macam barang impor illegal yang telah ditinggalkan oleh pelaku, meliputi:
1. 9 (sembilan) unit kendaraan bermotor roda dua (merek Triumph, Kawasaki, Yamaha,
Honda) dalam kondisi bekas.
2. Onderdil/Suku cadang kendaraan bermotor:
• 12 (dua belas) koli onderdil Harley Davidson.
• 9 (sembilan) koli onderdil kendaraan bermotor lainnya.
3. Hewan:
• 1 (satu) ekor anjing ras.
• 1 (satu) ekor kura-kura dewasa jenis Indian star.
• 20 (dua puluh) ekor kura-kura albino anakan.
4. 11 (sebelas) koli tanaman hias.
5. 3 (tiga) koli kosmetik berbagai jenis dan merek.
6. 1 (satu) koli pakaian bekas.
7. Teh olahan:
• 10 (sepuluh) koli Cha Tra Mue Brand (Green Tea Mix).
• 6 (enam) koli Cha Tra Mue Brand (Thai Tea Mix).
8. 1 (satu) koli kipas leher (Neck Desktop USB Fan).
9. 1 (satu) koli grease pelumas tanpa merk.
10. 1 (satu) koli spare part alat berat.

Adapun kapal cepat (HSC) yang digunakan sebagai sarana pengangkut untuk kegiatan impor illegal tersebut telah diamankan ke dermaga Pelabuhan Kuala Langsa sedangkan barang bukti telah diamankan di Kantor Bea Cukai Langsa untuk proses penelitian lebih lanjut.

Kegiatan ini diduga melanggar
Pasal 102 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.

“Keberhasilan penindakan ini merupakan salah satu bentuk sinergi dan kolaborasi yang baik antara berbagai pihak yang terlibat. Kami berkomitmen untuk melindungi perekonomian negara dan menjaga
masyarakat dari dampak negatif peredaran barang-barang ilegal,” ucapnya.(NJ)