Lagi! Perkosa Anak Kandung, Ayah Di Peureulak Timur Ditangkap

ACEH TIMUR – Kasus Perkosaan terhadap anak kembali terjadi di provinsi Aceh, kali ini menimpa seorang anak bawah umur di Kec. Peureulak Timur dimana ia telah dirudapaksa oleh ayah kandungnya sendiri, Jumat (24/5/2024).

Akibat perbuatan tersebut, sang ayah akhirnya ditangkap oleh tim Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Timur.

Kasat Reskrim Polres Aceh Timur Polda Aceh, Iptu Muhammad Rizal, kepada Analisisnews.com pada Jum’at (24/5/2024) membenarkan peristiwa itu dan menegaskan pelaku berinisial SA (40), merupakan warga Kecamatan Peureulak Timur telah diamankan.

“Iya benar, tadi malam anggota kami mengamankan seorang laki-laki yang diduga melakukan tindak jarimah rudapaksa dan atau pelecehan seksual terhadap anak kandungnya sendiri,” kata Kasat.

Kasat Reskrim menjelaskan, kasus itu terbongkar pada Minggu, (30/04/2023) malam hari lalu, ketika korban berusia 16 tahun menceritakan kepada keluarga bahwa SA yang tak lain merupakan ayah kandung telah mencabuli dirinya.

“Korban awalnya anak yang pendiam dan penurut, tetapi menurut keterangan dari ibunya, belakangan korban menjadi pemarah dan sering melawan perintahnya,” jelas Kasat.

Kemudian, atas perubahan perilaku putrinya tersebut, ibu korban bersama keluarga besarnya menanyakan ada masalah yang dialami korban.

“Disitulah korban mengaku bahwa SA telah mencabuli dirinya sebanyak dua kali, tahun 2021 dan 2022. Mendengar pengakuan korban dan merasa keberatan atas perbuatan suaminya terhadap putrinya, ibu korban mendatangi SPKT Polres Aceh Timur untuk membuat Laporan Polisi pada tanggal 01 Mei 2023,” sambungnya.

Mengetahui perbuatannya telah diketahui oleh istri dan keluarga korban, pelaku kemudian kabur meninggalkan rumah dan merantau ke sejumlah wilayah di luar Aceh.

Setelah mendapatkan informasi, anggota Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Timur berhasil meringkus pelaku pada hari Kamis (23/5/2024) sekira pukul 22.00 WIB yang sebelumnya diamankan oleh warga kampung dimana keluarga SA berdomisili.

“Selanjutnya SA dibawa ke Satreskrim Polres Aceh Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” sambung Muhammad Rizal.

Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan Pasal 50 jo Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. (NJ)