Edarkan 10 kilo Sabu,Residivis Kembali Diringkus

LANGSA – Setelah bebas pasca 13 tahun menjalani hukuman penjara kasus narkoba di LP kelas II A Jakarta, BH (53), seorang residivis kasus sabu kembali diringkus dalam kasus serupa, Selasa (28/5/2024).

Kapolres Langsa, AKBP Andy Rahmansyah SIK, SH, MH kepada Analisisnews.com , Selasa (28/05/2024) mengatakan, informasi awal didapat dari masyarakat bahwa akan ada peredaran sabu dalam jumlah besar melintasi wilayah hukum Polres Langsa.

Dari informasi tersebut, Unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres Langsa melakukan penyelidikan hampir satu bulan hingga akhirnya diperoleh informasi bahwa pelaku akan melakukan keberangkatan via jalur darat dari Banda Aceh menuju Jakarta.

“Lalu, pada Jum’at 17 Mei 2024 sekira pukul 20.30 Wib, saat tiba di Kabupaten Bireun tepatnya dipinggir jalan, terlihat 1 unit mobil Daihatsu Ayla warna merah No Pol B 1279 UYD yang diduga sebagai Target Operasi yang dicari,” Sambung Kapolres.

Saat dilakukan penggerebekan ditemukan 10 paket besar sabu yang disimpan dalam tas ransel warna hitam dan seorang pengemudi jenis kelamin laki-laki pria BH (53), seorang buruh harian lepas warga Gampong Geulanggang Gampong Kec. Kota Juang Kab.Bireuen.

Saat dilakukan interogasi, bahwa ada tersangka lainya inisial YS (DPO) yang diduga terlibat sebagai perantara dalam transaksi itu. Tim kembali melakukan penelusuran terhadap YS di wilayah Kabupaten Bireun, namun belum ditemukan dan berstatus DPO.

“Tersangka merupakan residivis kasus sabu Tahun 2011 seberat 7 kg dan divonis PN Tanggerang Kota 13 Tahun Penjara serta telah menjalani hukuman di Lapas Kelas II A Jakarta. Ia kembali akan mengedarkan sabu dari Provinsi Aceh ke Pulau Jawa yakni Jakarta”, sebut Kasat Resnarkoba Polres Langsa.

Dari hasil penangkapan itu, Unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres Langsa berhasil mengamankan barang bukti 10 paket besar sabu dengan berat keseluruhan 10.550 gram, 1 tas ransel coklat, 1 tas selempang hitam, 3 handphone dan 1 mobil Daihatsu Ayla warna merah nomor polisi B 1279 UYD.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun”, pungkas Kasat.(NJ)