PMM Aceh Timur Gelar Konferensi Pers Terkait Dinamika Politik Pada Pilkada 2024

IDI — Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat (PMM) Aceh Timur menggelar konferensi Pers dan menyatakan sikap terkait penolakan penggiringan opini yang telah menyudutkan salah seorang bakal calon kepala Daerah Aceh Timur di pilkada 2024, Kamis (30/05/2024).

Kegiatan konferensi Pers di gelar Cafe Loyalty, Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur berlangsung dengan khidmat

Koordinator PMM Aceh Timur, Eri Ezi SH, menyampaikan dalam beberapa pekan terakhir ini telah beredar luas di masyarakat tentang penggiringan opini yang terasa sangat mengkreditkan dan menyudutkan salah satu bakal calon Bupati Aceh Timur di pilkada 2024 mendatang.

“Dalam memahami asumsi opini liar atau pembunuhan karakter, jelas sangat bertolak belaka dengan semangat bersama di Pilkada ini untuk mencapai pemimpin yang cerdas serta mempunyai konsep untuk membangun Aceh Timur,” papar Eri Ezi SH.

Lanjut Eri Ezi SH, oleh karna itu mari kita bersama – sama menyatakan sikap terkait pemberitaan penggiringan opini yang jelas untuk bisa melahirkan pemimpin yang cerdas serta mempunyai konsep untuk membangun Aceh Timur

“Kami atas nama Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat Aceh Timur dalam memahami situasi dan kondisi politik oleh opini atau asumsi liar yang telah dimainkan oleh pihak- pihak yang tidak berkompeten, telah memecahkan konsentrasi politik publik, dalam melihat dan melahirkan sosok pemimpin Aceh Timur kedepan,” cetus Eri Ezi SH.

Eri Ezi SH, juga menjelaskan dan memita kepada masyarakat harus cerdas karna akibat sentimental politik yang terus dibangun, tentunya dapat merusak dan memecahkan suasana Pilkada dengan semangat membangun Aceh Timur dengan Ide, gagasan dan konsep kemajuan

“Kondisi dan situasi politik sentimental, memalukan, dan dapat merugikan masyarakat, sekali lagi kami atas nama Pemuda, Mahasiswa dan Masyarakat aceh Timur menyatakan sikap,” terang Eri Ezi SH.

Berikut tujuh (7) sikap yang dinyatakan oleh PMM Aceh Timur :

Satu meminta masyarakat Aceh Timur untuk tetap tenang, tunduk dan patuh pada lembaga hukum.

Dua neminta oknum-oknum tertentu agar tidak, mempengaruhi dan memprovokasi masyarakat yang dapat menghilangkan harkat dan martabat seseorang tanpa fakta hukum, karena hal itu bagian dari ujaran kebencian atau pencemaran nama baik yang telah diatur dalam pasal 310 ayat 1 dan 2 KUHP.

Tiga Meminta pihak-pihak yang tidak berkompeten untuk tidak ber asumsi apapun sampai ada putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap.

Empat nengajak seluruh elemem masyarakat Aceh Timur untuk ikut serta menjaga suasana politik Pilkada 2024.

Lima meminta pihak-pihak tertentu untuk tidak playing Fictim atas suatu peristiwa hukum yang belum ada keputusan hukum.

Enam mendesak aparat penegak hukum untuk dapat bekerjasama dalam menjaga suasana Pilkada 2024 dengan mengantisipasi hal-hal yang dapat merusak suasana publik.

Tujuh Mengultimatum pihak-pihak yang tidak berkompeten dan berkewenangan berasumsi pada suatu proses hukum yang belum selesai. (rilis komferensi Pers) 

(fzn)