Diduga Ketua DPW Nekad Deklarasi Salah Satu Balon Bupati Aceh Timur, Sedangkan Seleksi Baru Masuk Tahap Ke-4

IDI — Menjelang pemilihan Kepala Daerah tahun ini secara serentak di seluruh Indonesia, Partai Aceh (PA) yang merupakan salah satu partai lokal memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat Aceh untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah baik Bupati maupun Walikota, Senin (17/06/2024).

Tidak main-main, panitia seleksi pun dibentuk oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh dibawah komando Muzakir Manaf atau yang sering disapa Mualem selaku Ketua Umum Partai PA.

Saat di wawancarai oleh wartawan ini salah satu Eks Kombatan GAM, Ismail menjelaskan setaunya, tahapan seleksi kepala daerah dimulai, dari surat yang beredar, ada 7 (tujuh) tahapan yang harus diikuti oleh calon Kepala Daerah

“Yang akan diusung oleh Partai PA, sampai hari ini, seleksi Kepala Daerah baru memasuki tahapan ke-4, dimana pada tahapan ini

“Partai PA akan melakukan riset dan survei kepada Bakal Calon Kepala Daerah yang sudah mendaftar, tidak terkecuali di Aceh Timur terdapat 4 (empat) Bacalon Bupati dari Partai Aceh,” jelas Ismail

Lanjut Ismail, namun sangat disayangkan, seleksi yang seharusnya berjalan sesuai aturan dan demokrasi, diduga ternodai oleh pernyataan Zulfadli alias Kupiah Seuke selaku Ketua DPW Aceh Timur.

Pada malam acara silaturahmi calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Aceh Timur yang berlangsung di Kantor DPW Partai Aceh, Jumat malam, 14 Juni 2024,” cetus Ismail

Ismail juga mengatakan saya terkejut melihat Video yang beredar di media sosial diduga pernyataan Kupiah Seuke, ke salah satu balon Bupati Aceh Timur sedangkan tahap seleksi masih berlangsung

Menurut Ismail pernyataan Ini menimbulkan tanda tanya ditengah masyarakat, tokoh dan simpatisan Partai Aceh, sebab yang hadir pada acara tersebut hanyalah satu bakal calon saja

“Pada acara tersebut, diduga Kupiah Seukee menyebutkan, bahwa Mualem (Muzakir Manaf) telah menunjuk Iskandar Farlaky dan T. Zainal Abidin dari Partai Gerindra sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur 2024-2029 yang akan diusung oleh Partai Aceh,” kata Ismail

Tambah Ismail, pernyataan tersebut sontak menimbulkan kekecewaan khususnya dari simpatisan Partai Aceh, diduga Ketua DPW Aceh Timur berpotensi memecah belah-kan kader dan simpatisan PA.

“Keupu diyak peugot seleksi nyoe seleksi jeh menyoe sabe keudroe-droe dipileh, jih yang peugot aturan jih keudroe yang peu reuloh. meunyoe ta pike yang peu reuloh parte droe teuh kon gob, tapi droe teuh sendiri yang peu rueloh,” ungkap Ismail dengan nada kesal.

Saat media ini mengkonfirmasi terkait video tersebut Kepada Zulfadli ( Kupiyah Seuke) Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur via WhatsApp, mengatakan, Justru simpatisan PA ingin tau siapa calon bupati yang di usung dari PA.

“Kalau tidak kita sampaikan yang sebenarnya, kita takutkan terjadi perpecahan diantara simpatisan Partai aceh atau akan terjadi dua lisme nantinya kubu Tole dan kubu Iskandar.

Bukan hanya dua Bacalon saya juga Bcalon kalau enggak salah ada 4 (empat) bacalon Bupati dari Partai Aceh, di Aceh Timur, akan tetapi yang saya sampaikan itulah keputusan pimpinan atau peunuto’h pimpinan.

“Kondisi saya lihat lapangan tidak memungkinkan terpaksa harus saya sampaikan supaya tidak terjadi kesalapahaman atau sebelum lebih banyak perselisihan antara bacalon yang lain,” sebutnya.

(fzn)